Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 September 2012

Rasa yang (ternyata) sama


Saya masih mengingat rasanya di bulan Juni, rasa yang meluap meskipun kedatangannya masih 2 bulan ke depan
Saya merasa, perayaan hari kemerdekaan Indonesia, tidak pernah seindah itu
Saya merasakan Saffa yang semangat dan saya yang menanti

Ketika saatnya tiba
Saya tidak ingin apa-apa
Saya ingin menghentikan waktu, karena saya sadar saat ini akan tiba
Di malam itu, saya sudah bilang padanya
Bahwa ini salah satu hari terbaik dalam hidup saya
Tapi saya takut akan datang hari yang menyebalkan
Dimana saya tidak bisa tidur karena hati saya separuh tidak rela untuk kembali berjauhan

Tadi siang ayah bilang
“Sebentar lagi…dua tahun yang tidak terlewati tidak berasa kan?”
Saya hanya melotot lalu bilang “bagian mana yang tidak terasa?”

Dan tiba-tiba saya menginsyafinya
Betapa luar biasa perjalanan selama beberapa periode ini
Pelajaran dan kado indah pada kami
Lalu saya kembali mengingat apa yang ayah bilang di awal kedatangannya
“Lha, ngingetnya kok nanti, sekarang aja dinikmati dulu…”

Ya, saya menikmati setiap momentnya
Saya menikmati pembicaraan kami mulai yang maha penting sama konyol di titik nol
Menikmati paduan suara kami yang gak jelas
Menikmati tawa Saffa yang berbeda
Saya menikmati pemandangan ayah menjalankan perannya sebagai ayah yang sesungguhnya
Menikmati indah nya digandeng
Dan saya menikmati “rebutan ayah” dengan Saffa

Di hari ini,
Saat semua takut menjadi nyata
Saya memilih untuk menggantikan rasanya dengan excitement baru
Excitement menunggu nya kembali pulang
Mempersiapkan rencana-rencana indah saat ayah kembali berkumpul
Meramu nya jadi deg-deg an berbunga persis seperti setiap kali dia akan kemari

Tadi pagi,
Di kamar mandi, saya meminta Saffa untuk tidak menangis
Karena ayah nya berjuang..dan kami harus memberinya semangat supaya cepet lulus
Saya bilang padanya bahwa saya pun sama tidak sukanya ketika harus berjauhan
Tapi kami harus sama-sama berusaha untuk segera bisa berkumpul kembali
Dan begitulah…saffa manyun :D

Dan nyatanya
Saya yang menangis..cengeng
Saffa bilang “Ibu, sebenernya ibu juga tidak suka ya..dalam hati ibu, kalau ayah ke australi…tapi apa tuh..coba ?” dia mencoba mengingatkan saya dengan apa yang saya bilang padanya pagi tadi
Saya tidak akan pernah membayangkan setelah itu dia justru menghibur saya dengan gerakan lucu, sampai saya tertawa
“Bu, jangan nangis lho, saffa jg gak nangis, Cuma keluar air mata sedikit, terpaksa”
Katanya lagi..”ibu harus tetep seneng…kayak aku”

Hmmmppffhh
Dan bukankah ALLAH memang telah memberi yang terindah untuk kami

*sebulan lalu ayah meminta saya menulis kembali, dan sore ini saya melakukannya dengan cepat..untuknya, untuk kami*


pic : http://moreintelligentlife.com/content/catherine-nixey/big-love-polyamory




Kamis, 15 Oktober 2009

dan ketika kita tiba di masa itu


namanya betty..
saya mengenal nya 1 bulan lalu, saat seperti biasa saya mengantar junk mail pagi
merasa ada "kedekatan" karena anaknya di jakarta, dan saya orang indonesia
dua kali dia "mencegat" saya di depan pintu rumahnya
di cegatan terakhir nya, dia memeluk saya 2 kali
saya kok mau nangis ya

usianya 82 tahun
punya tiga anak..satu di jakarta, kedua di darwin dan si bungsu di tazmania
trus dia sama siapa?
sendiri..ya sendiri

entahlah
saya merasa seperti jelmaan anak2 nya
yang pergi jauh sementara orangtuanya tinggal sendiri
dia persis ibu saya
--tidak dalam bentuk wajah yang bule ya
gak mgkn kan ibu saya bule sementara saya gosong begini
ibu saya punya anak 6--
dan bliau skrg tinggal sendiri--meskipun tidak seekstrim betty yang anaknya jauhnya banget2

minggu lalu saat saya bertemu betty
saya bisa merasakan kebanggaannya
saat kami memutari rumahnya, menunjukan foto keluarganya, dan souvenir2 yang dibawa anak2nya dari berbagai belahan dunia
saya bilang padanya
pasti dia begitu bangga anaknya telah mampu berdiri sendiri
sungguh saya tidak berani bertanya
apakah sepi harinya
apakah sebahagia itu pada kenyataannya

saya yang masih muda ini mgkn bisa saja berbicara seperti itu
saya masih punya suami di samping saya
anak saya masih dikeloni
entahlah
sungguh saya tidak tahu
bahkan mgkn pada ibu pun saya tak berani bertanya
saya hanya bisa merasakan rindunya
ketika saya menginjakan kaki di rumah
kami berpelukan, dan selalu.. saya menangis
setelah itu saya memilih menunda mandi dan menghabiskan waktu ngobrol dengan beliau
beda rasanya, hanya lewat telpon dengan merasakan langsung tatapan dan rasa yang ada di matanya

entahlah
ibu pernah bilang "semua akan mengalami masa itu, menua, dan sendiri"
kadang saya takut untuk sampai ke masa itu
kadang saya sendiri ngeri mbayangin sedihnya ibu saya saat awal2 ditinggal abah
itu sebabnya saya dan suami sering berebut meninggal duluan
atau malah mengajaknya meninggal bersama *romantis apa serem ya*

entahlah
saya sungguh-sungguh tidak tahu
saya hanya berharap ALLAH meminjamkan kebijakannya pada saya saat tua nanti

pic : http://intelligenttravel.typepad.com/photos/uncategorized/2007/11/30/road_studs_2.jpg

Senin, 06 Juli 2009

janji pulang


Pagi-pagi, gadis kecil itu menghampiri saya
"bu, kakak mau pulang ke prumpung"
saya tertawa-tawa sambil bertanya "kenapa kak?"
dan seperti anak seumurnya, dia belom lagi mampu untuk mengekspresikan alasannnya

siangnya..
saya ketularan saffa, mau pulang, pingin pulang
bikin uring2an
saya kangen keluarga, teman-teman
kangen pasar rejodani
kangen tlogo putri
kangen laundry yang sering kami datangi
kangen mbok galak
saya kangen merangkai kata di psikogram jg mgkn

Sore harinya..
satu orang ketularan lagi, siapa lagi, ya ayah..
bosan dengan rutinitas
dia pun kangen berjalan ke pasar rejodani
ya..pasar rejodani, yang bau ikan itu
yang tukang sayurnya berantakan di lantai itu
bukan jalan ke shopping center

beberapa bulan lagi saja bukan?
menanti
kami berharap penantian itu akan berakhir indah
sedikit lagi, tinggal separuh lagi

dengan sedikit janji dalam hati...

Dengan ini,
saya ufi fatuh rahmah menyatakan bahwa :

1. saya tidak akan lagi membiarkan tempe yang saya beli dari pasar rejodani menjadi busuk..karena disini saya justru harus menahan rindu untuk membuat sambal tempe..tempe itu mahal ternyata..
2. saya tidak akan lagi menimbun cabe hijau sampe berwarna coklat di kulkas, karena disini kalo diitung2, cabe hijau 2 ribu sebiji
3. saya tidak akan lagi membeli kangkung 3 ikat yang berharga seribu itu dari pasar rejodani, sehingga membiarkannya membusuk karena bosan menunggu dimakan, karena ternyata tingkatan kelas kangkung disini naik
4. akan menandaskan semua bagian lele goreng, karena saya merasa diteror kalau akan membeli cat fish yang segede gaban itu

Rabu, 27 Mei 2009

insting, kesadaran akan diri, apapun namanya..

seperti biasa, saya sulit tertidur karena memikirkan sesuatu
dan malam ini karena saya kangen..kangen sekali dengan percikan air wudlu nya
kangen sekali dengan pelukannya
kangen sekali dengan genggam tangannya
saya kangen berjalan di sampingnya, bertanya banyak hal
dan saya kangen sekali mengkritik baju yang mau dipakainya ke kondangan
saya kangen ABAH

sore ini, saya baru saja ngobrol dgn teman smu saya
kok ya nyampe ke obrolan ttg ortu
sampe mau tidur tadi saya jadi kepikiran jawaban ujian filsafat manusia yang saya berikan di semester satu dulu
sedikit lupa ttg pertanyaannya
tapi intinya ttg kapan menemukan kesadaran diri
apa nama keren filsafatnya ya...

entah sejak kapan
yang pasti, sejak saya mulai berani ke KM sendiri
saya kok sadar betul sejak kecil bahwa saya dilahirkan dari ortu yang sudah sepuh
saya selalu terbayang cerita ttg orang yang meninggal saat tidur
dan sejak itu saya kok selalu berpikir bahwa ortu saya akan wafat saat tidur

kalau malam mau ke KM, saya selalu melewati kamar ortu untuk jalan pintas ke KM
saya pasti berhenti beberapa saat untuk memastikan bahwa dada mereka masih bergerak
sesekali, ketika indra saya tak menemukan indikasi gerakan itu
saya pasti akan memanggil mereka
dan dengan jawaban bodoh begitu mereka menyahut "Ufi mau ke KM dulu ya..."
ke KM aja mesti lapor..meskipun sesungguhnya itu bukan laporan, tapi justru saya yang inspeksi
dan itu berlangsung tidak hanya malam, siang pun begitu

hingga pada hari sabtu itu,
mau tidur siang lewat kamar abah..seperti biasa inspeksi
saya menemukan abah tidur dengan cara yang tidak biasa
saya dekati..saya panggil
badan saya mulai dingin mendapati perasaan saya tidak pada tempat yang nyaman
sama sekali tidak nyaman, saya takut mendapati perasaan saya menemukan kenyataannya
dan memang perasaan saya selama ini menemukan kenyataannya

apapun namanya
insting..kesadaran diri..tapi di saat itu saya telah menemukannya
rasa yang telah tersimpan lama
menjadi rutinitas tidak sadar..telah menemukan titiknya
karena itu adalah saat terakhir saya bisa inspeksi tidur abah

dan sekarang
saya hanya kangen dia
berharap malam ini, jauh dari tempat tidurnya
saya bisa memimpikan dia
kangen sekali...

Senin, 18 Mei 2009

pulang....

jadi..

saya adalah tipikal susah tidur..hobi tidur malaaaaam sekali

kalo tidur sore terpaksa karena belom ngantuk..yang ada guling2 karena pikiran saya jadi penuh

maka, saya suka simpen beberapa tulisan dalam bentuk draft

dua tulisan terakhir ini iseng2 saya pas mudik pamit


Pulang bagi saya bukan sekedar kewajiban, tapi kesenangan

Pulang bagi saya adalah melepaskan rutinitas

Bergabung dengan rutinitas, aturan dan pola yang berbeda dari keseharian saya


Pulang adalah menemukan bentukan diri

Menemukan akar bahkan mungkin menjadi paham dengan jenis pupuk yang dulu ditaburkan oleh asal kita sehingga menjadi seperti saat ini


Pulang adalah memandang asal dengan sudut yang berbeda

Pulang adalah persoalan melihat, mendengar dan meresapi


Saya ini bungsu dari 6 bersaudara

Yang tadinya tidak diikhlaskan untuk jauhan dari akar

Jadilah saya adalah pecandu pulang

Selama kuliah S1 dulu, kekerapan saya pulang bias 1-2 bulan sekali

Bahkan kalau ada libur jumat-sabtu-minggu nekat betul saya pulang

Meskipun artinya, lama perjalanan saya lebih banyak daripada waktu saya di rumah

Tapi pulang bagi saya adalah obat

Terutama menemani ibu yang sudah ditinggal abah sejak awal saya kuliah dulu

Dan pulang itu tetap nikmat, meskipun begitu sampai jogja subuh jam 6, jam 7 saya sudah harus siap untuk berangkat kuliah menikmati jadwal senin yang padat


Sebelum punya kak saffa, saya bisa menikmati pulang 3-4 bulan sekali

Kalo sekarang sih setahun paling cuma dua kali

Tapi tetap nikmat, sangat nikmat


Tadi siang naik becak, saya menikmati betul memandangi SD saya dulu

Dan saya betul2 kucek2 mata, karena yang jualan mainan di depan masih ibu galak yang sama ketika saya masuk kelas 1 SD dulu

Meskipun rasanya naik becak sudah tidak senikmat dulu, karena kota ini semakin padat merayap semrawut

Melewati jalan-jalan di kota kepulangan ini seperti menikmati putaran video lama

Melewati trotoar dimana dulu saya terjerembab hingga meninggalkan bekas di dagu saya sampai saat ini

Menikmati perjalanan ke royal dengan membayangkan konyolnya pakaian yang saya pakai ketika remaja dulu masih mencari identitas diri

Menikmati mengobrol dengan ibu-ibu di angkot yang terkadang ujungnya malah kenal dengan ortu saya

Atau sekedar menikmati pulang ke bahasa ibu saya, JASENG kata mereka, jawa serang


Pulang itu dahsyat

Bisa membuat tersenyum bahkan menangis

Pulang itu mengagumkan

Karena nggak nyangka anak yang dulu kecil kok sekarang udah guede banget

Pulang itu kejutan

Karena ternyata saya mungkin menjadi bagian dari orang yang sudah tergolong tua dan konvensional, jadi gumun melihat gaya anak sekarang itu, atau gaya teman-teman yang up to date banget

Sementara saya “merasa” masih seperti yang dulu

Saya sendiri tidak tahu, mereka juga jangan2 gumun melihat saya, yang out of date, hehehe


Pulang adalah menemui ibu

Menemui keluarga

Menemui masa lalu, masa kini dan masa depan

Menemui sahabat

Menemui kesempurnaan hidup

Di samping berbagai kekurangan pula


Pulang adalah mengagetkan orang

Karena saya ternyata sudah beranak pinak

Karena sekarang saya kurus

(tapi kok tetep cantik???hakhakhak)

Dan menyadarkan orang

Bahwa anak abah dan ibu itu enam, bukan lima

(kok banyak yang gak kenal dengan saya ya? Hihihihi)


Pulang adalah cerita

Banyak cerita

Kaya cerita

Menyusuri cerita

Membuat deskripsi

Kesimpulan


Saya suka pulang…




pic :bp2.blogger.com/.../bWthJuZ9IBs/s400/home.jpg

Selasa, 31 Maret 2009

kenapa saya harus menikah?


dunia ini kadangkala aneh
sungguh aneh
emm..mungkin tidak terlalu aneh
dan mungkin itu tidak pantas disebut keanehan
bila disaat sama seorang perempuan gundah merindukan untuk dilamar
dan pada saat yang sama seorang pria telah mencoba berkali-untuk mendapatkan istri

saat yang sama perempuan minta dicarikan suami
saat yang sama para lelaki pun meminta dicarikan istri
trus, kenapa dong gak nyomblangin?
ya gak sesederhana itu dong

wahai para lelaki katakan pada kami, apa yang membuatmu enggan menikahi perempuan?
karena belum merasa mapan?
ya wajar sih ya, diantara perempuan ada yang berharap kemapanan, namun tak sedikit pula yang mampu untuk berjuang bersama dari awal bersamamu

wahai para perempuan, katakan pada para lelaki itu bahwa kau memiliki kegundahan pada konsekuensi pilihan karir dan keluarga
ya wajar sih ya, karena diantara lelaki itu ada yang keberatan istrinya bekerja, namun masih banyak pula yang tak keberatan engkau berkarir, melebihi dirinya, bahkan punya kesanggupan untuk mendorong karir mu lebih dari yang kau harapkan

wahai para lelaki, katakan pada para perempuan itu, bahwa keluargamu mungkin belum setuju dengan rencana pernikahan kalian
karena tidak sedikit yang dengan senang hati membantumu berjuang untuk mempersatukan hati-hati yang terserak, meskipun mungkin kau pun akan menemukan perempuan yang acuh dan egois karena merasa pernikahan milik berdua saja

wahai para perempuan, katakan pada lelaki pilihanmu, bahwa mungkin kalian perlu berusaha lebih keras untuk menentukan tanggal pernikahan
karena mungkin ada yang berniat sungguh-sungguh untuk mendampingimu, meskipun kau harus cermat karena ada pula lelaki dengan hati lemah

see
kita semua mempunyai pilihan
dimana posisi anda sekarang
mau pilih jenis perempuan yang mana
mau pilih jenis lelaki yang mana
semua punya pilihan
mau ambil yang di jalanan
atau ambil di butik mahal

tidak mudah menemukan titik dimana..
kita sadar betul dengan apa yang kita harapkan
kita sadar betul dengan kenyataan yang ada
dan kita sadar betul bahwa hidup dengan kenyataan bukan dengan harapan
mengharap suami sholeh dengan hidung mancung oke aja
tapi kalau kenyataannya di depan mata lelaki sholeh hidung pesek gimana bu?
ditolak gitu aja?
pfffuhh..
kalo saya mungkin akan menolak, karena hidung saya juga pesek, bisa2 gak ada kemajuan, hehehe, ndak ding
tapi apakah kita bisa menerima dan menoleransi itu
ada yang bisa menoleransi kesholehan, tapi ada yang bisa menoleransi kemancungan, beda-beda kan?
susahan mana sih cari lelaki sholeh dengan cari lelaki mancung?
*sama susahnya bu*
tapi hidup kan memang tidak selalu sesuai harapan kan?
ideal..aduh siapa yang gak pingin
tapi, kalo gak ketemu?
apa boleh buat..mungkin menyusun prioritas?
nah begitu ketemu yang idaman, dia gak mau, nah lho
di saat begitu, berharap tangan Allah menari indah untuk hidup kita

dan lihat
bahwa tiap pilihan punya konsekuensi
konsekuensi senang, konsekuensi sedih
duh bu, siapa sih yang gak suka konsekuensi horray
tapi lihat, apa yang kita buat dengan konsekuensi negatip
komitmen..kedewasaan...beberapa dari kunci, mungkin ada lagi??


poto : http://www.flickr.com/photos/tinting78/958924846/

Minggu, 15 Februari 2009

hitungan mundur...


jadi..
begini...
saya sedang melakukan penghitungan mundur
hingga ke tanggal 23
pfffuuhhh

saya sedang menjauhkan segala macam bawang
mulai bawang merah sampai bawang bombay yang bisa bikin air mata saya keluar

saya sedang menguatkan hati saya
menjauhkan takut dan khawatir
menguatkan diri agar kakak sama kuatnya, atau bahkan lebih

rasanya tidak ingin lepas semenit pun
menikmati saat-saat bersama
hingga jeda itu tiba
dan gak sabar menunggu bertemu kembali

pfffuhh...
boleh gak, gak usah pake revisi?
emang kalau sumpah profesi gak bisa diwakilin ya? :(

pic : mywutevalyfe.blogspot.com

Minggu, 18 Januari 2009

bubok ya nak?


saya sedang suka sekali menulis tentang gadis ini
dan kali ini cuma tentang buboknya


sehari lalu, saya baru saja mudik ke rumah ibu di klaten
seperti biasa, saya memilih perjalanan malam, jadi kakak lebih tenang
ternyata sodara-sodara...no..no..no
dia asik bermain dengan kata, menunjuk, menyanyi
"bubok ya nak?"
"ndak"
"udah ngantuk cantik?"
"belum"
tak lama dari nyanyiannya yang terakhir
saya tengok...dia sudah merem..bener2 merem
ndak ada aktifitas menjelang tidur...nyanyi..tidur...secepat itu..semengagetkan itu
dan sampe rumah eyang, dia bangun, dan baru tidur lagi jam 12 malam

beberapa minggu lalu, saya mengajaknya ke kampus
matanya udah kiyer2 gak keruan
sampai di lampu merah..aktifitas rutin kami adalah berhitung
melihat matanya udah kiyer2
"kak, bubok di bantal ya?"
"ndak..."
satu tengokan kembali, dia sudah merem dalam posisi duduk, menangguk-angguk kaget, lalu merem lagi saat ayahnya mulai memajukan mobil
jadinya, saya malah durhaka, nge-syut itu anak--tidak ngantuk tapi bubok--sambil tertawa-tawa geli dengan ayah

nah, ini yang dahsyat
seminggu lalu saat menjemput kakak
tiba2 bu gurunya cerita sambil tertawa2
tebak apa yang terjadi???
kakak buang air besar di WC sampai tertidur!!!
kok bisa???

gadis itu suka sekali menahan kantuknya sampai batas tak tertahan
sampai di satu titik, tidur pada posisi dan tempat tak semestinya
saya aja bingung

tapi ternyata ibu saya tidak bingung
begitu saya cerita kepada beliau
"ya itu..fie itu dulu kayak gitu, persis banget, gak ada yang dibuang"
trus begitu saya cerita sama ayahnya
"udah lah bu, terima aja karmanya..tapi kok ngajak2 ayah??"

*saya milih garuk-garuk kepala aja deh*

Rabu, 24 Desember 2008

langkah kami



saya sesungguhnya tidak menyangka
posting saya yang ini langsung mendapat jawaban
mas abu bikin postingan untuk njawabnya
...dan sungguh luar biasa, esoknya, Allah memberikan jawaban langsung, tunai
Allah sungguh sangat baik pada keluarga kami

penantian ayah selama 4 tahun ini terjawab sudah, meskipun belum lagi langkah ini genap
saya bersyukur karenanya...sangat bersyukur
nikmat mana yang harus diingkari

kami sungguh bangga padanya
padanya sebagai ayah
padanya sebagai suami
padanya sebagai seorang pengajar
padanya sebagai seorang pembelajar
kami yakin dia bisa

jalannya masih panjang ayah
kita melangkah bersama ya..
semoga Allah selalu memberkahi langkah kita, Amien

pic from here informasi-seminar.com

Minggu, 21 Desember 2008

ibu...

saya ini ibu
lahir dari rahim seorang ibu
melahirkan calon ibu..InsyaAllah

saya ini ibu
dibesarkan oleh ibu..(dan abah sebetulnya..tapi berhubung hari ibu, jadi kata ibu di frame tebal..)
InsyaAllah akan membesarkan calon ibu

saya ini ibu
dididik oleh ibu
InsyaAllah akan mendidik calon ibu

saya ini ibu
mencintai ibu
mencintai calon ibu

hari ini semua tentang ibu
selamat hari ibu...

Minggu, 14 Desember 2008



hanya bertanya-tanya
apa sesungguhnya yang akan Allah berikan kepada keluarga kami
semoga itu yang terbaik
Amien

*di satu saat...saat membuat keputusan...saat merasa akan diputuskan
pic from here : koelimaya.files.wordpress.com/.../untitled14.jpg

Kamis, 20 November 2008

cerita lama(1)--Kami : Ayah+Ibu+Saffa

pagi ini sungguh senang
kok bisa buka blog friendster, tapi teteup friendsternya mah gak bisa dibuka disini
tapi lucu ya ternyata baca blog lama, ceritanya masih kerasa di hati
menulis membantu memvisualisasi, refleksi, introspeksi, atau apalah yang berakhiran -i :)
saya baru saja kembali terharu (berarti saya kan selalu terharu tiap kali) membaca posting saya yang ini:

Kami : Ayah+Ibu+Saffa

Tuesday, December 26th, 2006

Gak nyangka, hari jumat masih ke kampus ngerjain tugas seabrek….ngumpul ma temen2 sampe siang…malam tanggal 8 Desember bakal jadi awal libur panjang maem sambel tempe (nyeemmmm…)
Tapi makanan itu juga yang bikin fie bingung malem itu..karena nyangka sakit perut gara-gara kebanyakan sambel…
Jam 2 pagi bangun, sakit perut ke belakang, tapi kok sakit perutnya aneh ????
Bangunin suami…diskusi tentang jenis sakit perut (hehe…kok sempet??) akhirnya memutuskan untuk beres2 baju, berhubung sebenarnya belum persiapan apapun untuk diri sendiri…
Jam 6 pagi akhirnya memutuskan menghubungi tetangga yang menawarkan bantuannya sejak dari dulu, kalo lahiran…
Ke dokter….tapi belum bukaan…pulang lagi….dalam hati malu sama tetangga…
Jam 2 siang balik ke dokter pake taksi (berhubung malu ma tetangga…hehe….)…alhamdulillah dah bukaan 2
Masih bisa maem banyak tuh, minum susu, maem coklat, apapun juga yang bikin tambah tenaga…
Habis magrib…bukaan 4, kontraksi dah mulai luar biasa…
Jam 9 lewat, dokter masuk…setelah tahan mengejan sekian lama, dibolehkan juga akhirnya…
Ejanan pertama, kepala kakak kelihatan atasnya aja…ALhamdulillah ejanan kedua, kakak dah bisa loncat sendiri…Nangis…Alhamdulillah…MAunya ikut nangis bareng kakak, tapi dilarang dokter (hik..hik..)
Siapa ya namanya? fie dan mas masih kaget dan bingung…ya udah dipanggil kakak aja…
Tapi yang jelas..kita berdua udah jadi ayah dan ibu…amien…
Seminggu kemudian…terangkai nama “Saffa Khairina Yusuf”

Merangkai setiap langkah dalam proses ajaib manusia, membuat fie dan mas cuma bisa bilang Subhanallah berkali-kali…semalaman kita berdua diskusi tentang hebatnya Allah merangkai proses kejadian manusia ke dunia…luar biasa makhluk sebesar itu ditempatkan di rahim selama 9 bulan…kok bisa?

Satu hal yang tidak kalah luar biasa…
Kehadiran suami sepanjang proses…gak pergi se detik pun…
Menerima dalam kondisi sulit dan sakit….
Menerima ketika setelah melahirkan tubuh perempuan gak bisa cepet pulih…
Menemani di setiap malam ketika Saffa menangis minta ASI dan ganti popok…
Mencintai keluarga apa adanya…
Berdoa agar setiap langkah selalu menjadi berkah dan hidup kami selalu dipenuhi cinta dan kasih sampai Allah meminta kami kembali….Amien…
Sekarang di rumah bukan hanya kami berdua…yang hidupnya masih awut2an…barang-barang belum ditata, dll
Harus mulai menata diri, karena sekarang, jika ada ada sebutan kami, itu berarti Ayah, Ibu dan Saffa….

Senin, 06 Oktober 2008

Lebaran ini

Ini lebaran pertama saya jauh dari Serang
di tahun ini juga puasa saya full tidak ada yang nyangkut di Serang
gimana rasanya? sedih? ya pastinya..terutama kalo inget ibu yang sendirian di Serang
meskipun bagi saya sendiri, disini pun sama ramainya, karena lebaran sama keluarga suami, tapi kalo inget ibu di Serang, sungguh gak tega

lebaran bagi saya adalah event yang sangat sakral, dari dulu sampai sekarang
salah satu makna sakralnya ya lewat kumpul keluarga itu
makanya dulu pas saya kecil (emang sekarang udah gede ya?hehe), saya sedih banget kalo ada kakak saya yang gak pulang karena lebaran di tempat mertuanya. dan sekarang barulah saya mafhum kenapa alasannya

saya ingat betul, saat lebaran melankolik lain adalah saat lebaran pertama gak ada abah, tahun 2003
beda betul
bagi saya abah adalah cahaya saat lebaran
bintangnya....serius
salah satu makna lebaran adalah kehadirannya yang utuh di tengah2 berbagai aktifitas lebaran keluarga besar kami
kepala keluarga, imam, kepala peziarah bagi keluarga..dan bagi anak-anak di lingkungan kami, adalah bintangnya salam tempel, hehe. percaya gak percaya, setiap habis pulang shalat ied, kami pasti sudah menemukan segerombolan anak2, untuk ngantri salam tempel. senang betul mereka, meskipun jumlahnya tidak seberapa, mereka hepi, apalagi uangnya yang masih kaku.
bagi saya kenikmatan lebaran adalah menemani ibu di malam takbir. biasanya kakak dan teteh kan belum pada dateng, abah ikut takbiran. meskipun gak bisa bantu ibu masak, tapi judulnya nemenin aja, hehe. makanya, sedih betul saya saat malam takbir kemarin menelpon ibu, beliau hanya di temani asisten rumah tangga kami. ah, lagi-lagi air mata saya meleleh kan???

lebaran bagi saya adalah pelukan tulus setelah shalat ied. keluarga saya memang bukan keluarga ekspresif. tapi pagi itu, semua luluh lantak. sebelum menikah saya jarang sesenggukan, tapi ndak tahu, setelah nikah apalagi punya anak, rasanya semua pengorbanan dan perjuangan abah dan ibu justru sangat terasa, yang biasanya membuat saya susah berhenti menangis dan mau dipeluk ibu lama-lama.

lebaran bagi saya adalah hari melelahkan tapi menyenangkan. saat abah masih ada, biasanya kami menerima tamu hingga larut malam, bisa habis aqua ber-dus-dus. lagi tidur siang aja ada yang nungguin, hehe. biasanya acara silaturahmi baru kelar jam 11 malam. kebayang gak teparnya, padahal dari pagi tuh. kita mau silaturahmi ke rumah kakaknya abah aja susah, lha tadi bangun tidur aja udah ada yang nunggu di ruang tamu, hehe. makanya biasanya hari kedua, sebelum jam 7 pagi, kita sekeluarga kabur dulu, nemuin ibu, kakak-dan keluarga Abah dan ibu, dan nyampe rumah, tuh tamu kadangan dah duduk manis di rumah.

lebaran bagi saya adalah kerinduan pada sayur asem. lha bosen banget je, semua daging dan santen2, hehe

lebaran bagi saya adalah pertanyaan apakah tahun depan saya masih ada, memaknai makna yang tidak terucap dan tidak tertulis, hanya terasa
pertanyaan apakah saya dan semua mampu menjaga sakralitas nya, bukan sekedar ritual rutin tahunan yang akhirnya mengasap dan terbang begitu saja dibawa angin

Minggu, 14 September 2008

menghitung hari

mari membuat asosiasi mengenai menghitung hari
apakah lagunya krisdayanti
ato lagunya kak saffa : senin, selasa, rabu, kamis

tidak..tidak, tidak keduanya
saya hanya sedang menghitung hari
menghitung kesiapan diri
lahir dan batin

saya menghitung2 kemandirian yang telah saya punya
saya menghitung2 kepercayaan diri yang saya punya
saya menghitung2 keterampilan yang ada
saya menghitung2 modal sabar saya

suami saya bertanya "sebenernya bum siap gak sih ditinggal ayah bulan depan?"
"lha ayah ini, kalo ditanya, bum bilang gak siap, namanya gak tanggungjawab. ini kan perjuangan, kalo bum bilang gak siap, sama saja bum merusak rencana keluarga kita. bukan rencana ayah aja, tapi rencana keluarga"

saya yang belum lulus ini, saya yang belum bisa nyetir ini
huaaaaa
suatu kali saya bilang sama suami saya, ini sungguh2 keluar dari pikiran saya
karena suami saya sedikit heran melihat saya tenang2
"lha ayah pikir ibu juga tenang, ya ndak no. kepikiran juga, tapi yo gimana. bum percaya aja bahwa akan datang pertolongan dari Allah, entah gimana caranya untuk nyuport kehidupan bum dan kak disini"

Rabu, 02 Juli 2008

berbicara tentang pekerjaan untuk perempuan

dua hari lalu saya ditanya
"dimana kamu akan bekerja setelah lulus nanti?"
saya menjawab "ada satu perusahaan yang sudah menawari saya pekerjaan setelah saya lulus nanti, tapi sebagai perempuan dengan double role, sebagai ibu juga, saya harus rethinking lagi. yang jelas saya akan tetap ada di area publik, pada pekerjaan-pekerjaan dengan flexible work hours namun saya tetap bisa improve dan sharing pengetahuan dan skill saya"

sehari lalu
saya dan seorang sahabat perempuan kembali berbincang mengenai pekerjaan
pasal nya dia yang telah menikah, mendapat pekerjaan di sebuah BUMN
hingga di akhir, suatu saat kami memutuskan untuk berafiliasi menjadi ratu di usaha kami sendiri
namun kami kembali mempertimbangkan karakteristik personal kami yg begitu semangatnya untuk sampai di titik tertentu. namun ketika sampai, kami kembali mempertimbangkan titik lain yg lbh tinggi dan terlalu menarik untuk dilewatkan
ah, kalau begitu terus, kapan ngurusin keluarganya???
balik lagi, ternyata pertimbangan bekerja sendiri juga tidak menjadi pilihan yang baik kalau tidak dibarengi kontrol diri yang bagus
dan saya pikir Allah telah begitu adil memberikan sesuatu tepat pada waktu nya dan tempatnya
pernah saya nyeletuk ke ibu saya
"bu, kalau fie gak dikasih jodoh cpet, keburu ngerasain berkarir, fie khawatir malah lama nikahnya, keasyikan kerja, ngejar karir, ntar ibu malah bingung juga..."
gitu juga dengan teman saya itu
saya kembali berpikir kalau Allah gak kasih saffa cepet-cepet dalam kehidupan saya, mungkin hidup saya dan suami sudah terpisah jarak saat ini, lha saya pasti kekeuh cari kerjaan asik di luar kota
maka Allah begitu sangat tahunya bahwa kontrol diri saya begitu rendahnya dalam memenuhi harapan, sifat dan ambisi saya itu, maka diberikanNya ayah dan saffa dalam hidup saya sebagai penyeimbang dan pengontrol

nah, untuk perempuan-perempuan yang memutuskan memiliki peran ganda, serius ini bukanlah hal mudah
saya pribadi merasa mengorbankan masa depan anak sama sekali gak worthed dengan karir yang mungkin akan saya dapat dengan merelakan perhatian saya tersita untuk pekerjaan dan sisanya untuk anak
saya sendiri gak siap menemukan saffa sudah tidur saat pulang kantor,menemani kelelapan tidurnya dengan pekerjaan yang saya bawa ke rumah, dan meninggalkannya saat masih tidur kala saya berangkat ke kantor
maka perlu mendefinisikan kembali orientasi hidup, cara mencapainya, dan mengenal kembali diri anda
lalu memutuskan bagaimana anda mengatur semua itu dan mengontrol diri anda

Kamis, 12 Juni 2008

kontrol kualitas untuk produk bayi dan anak

siang ini secara gak sengaja saya liat berita mayangsari yang memasukan ibu nya ke salah satu rumah sakit di purwokerto
ini mengingatkan saya pada sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan kasus ini
tapi pada kasus botol susu chicco saffa sekitar lebih dari setahun lalu

ceritanya:
saya beli botol susu chicco tambahan untuk saffa yang baru usia 3/4 bulan untuk nyimpan ASI saya, kebetulan pemeras ASI saya juga mereknya chicco.
kebetulan di toko wijaya, langganan kami, hanya tinggal satu botol saja. maka suami saya yang waktu itu sendirian membelinya, terpaksa membelinya karena butuh
sampe rumah, saya heran karena botolnya kok cuma disegel sama wrap biasa yang biasa saya pake di dapur untuk makanan, biasanya sama segel plastik yang lebih kenceng dan dipres pabrik gitu. tapi saya pikir memang ada perubahan segel kali ya.

iseng-iseng suami saya liat ada kekusaman di bagian bawah botol
lha, saya pikir lagi, mungkin karena jatuh aja
setelah diamati lebih dekat, ealah, ternyata itu busakan (apa ya bahasa indo nya??) dari logo dan tulisan salah satu RS di purwokerto
bahaya banget kan? saya gak kebayang lho, botol sampah dan bekas gitu dijual di toko besar yang sudah punya banyak cabang. saya juga gak kebayang gimana sistem kontrol di distributor chicco maupun toko itu. dimana proses yang salah?
yang jelas setelah itu saya komplain dan diminta menunggu satu minggu untuk dapet botol yang baru
tapi tetep aja kejadian ini jadi titik penting untuk ngingetin saya dan ibu-ibu lain, bahwa kita bener-bener-bener harus waspada dan hati-hati memilihkan produk untuk anak kita..meskipun udah pake produk yang bermerek dan beli di toko yang "terpercaya" tetep aja kontrol kualitas bisa miss...
sebaiknya ibu menjadi kontrol kualitas yang paling ketat ya...

Selasa, 10 Juni 2008

saya sudah besar

apa karena saya bungsu?
maka tadi pagi ibu saya sekonyong-konyong telepon. apa yang hendak dibahas?
"fie jangan lupa, rumah diberesin ya sebelum berangkat, seprei diganti, dirapiin, jadi ntar yusuf pulang udah enak rumahnya, gak ruwet..."
"iya bu...biasanya juga gitu"
rumpi sana sini
"fie mungkin kalo gak naik pesawat, mendingan naik kereta aja bu.."
"oh iya, nanti dijemput aja ya..?"
"adduh bu, gak usah, ngerepotin semua orang..fie kan udah gede.."
ibu saya hanya tertawa-tawa
tertawa ingat bahwa saya sudah besar?
atau tertawa karena saya merasa sudah besar ya..hanya merasa?
ah...
jangan-jangan besok-besok saya pun begitu pada anak saya
kayaknya emang iya...:)

Kamis, 05 Juni 2008

batal lagi...

ibu saya sudah menunggu kedatangan saya dengan harap-harap cemas *emang segitunya ya??*
makanya saya sedih banget tiap kali harus ngasih tahu gak jadi dateng lagi, atau telat lagi..sampai ibu saya tanya "jadinya kapan nih???"
kedatangan saya seringkali jadi momen yang ditunggu ibu. soalnya saya yang paling jauh dari enam anaknya. udah bungsu, jauh pula, gitu kata beliau. dulu saya inget banget sebelum beneran punya rencana nikah sama ayahnya, ipar saya bilang "jangan jauh-jauh lho fie, malah kayak mutusin silaturahmi..."
soalnya awalnya memang saya yang diharapkan untuk nemenin ibu yang udah sendirian setelah ditinggal abah tahun 2002. tapi takdir Allah menentukan saya harus tinggal di jogja, yang jauhnya gak ketulungan dari serang. sebetulnya gak jauh banget, tapi karena ibu saya back pain, yang menyulitkannya untuk duduk, maka belum pernah sekalipun blio bisa menengok saya disini, maka saya saja yang seringkali pulang. dulu pas belum punya saffa bisa sampe 6 kali setahun, kalo sekarang mah, karena mesti boyongan, jadi didiskon 2-3 kali aja setahun.

minggu ini sebetulnya rencana final saya, yang hampir pasti jadi..jadi..dan jadi
tapi apa daya, ayah kena masuk angin parah mulai dari hari IELT nya itu...saffa malah ikutan pake masuk angin...setelah itu kerjaan ayah minggu ini sampai senin malah tambah banyak yang bikin blio pulang-pergi luar kota (padahal cuma dari jogja ke bantul ya??hehe gayanya luar kota..)

maka, dengan penuh penyesalan, lagi lagi saya mesti mengabarkan ini ke ibu saya
sedih...

Rabu, 04 Juni 2008

saya, kaktus dan bicara

saya marah
kaktus saya kok tidak tumbuh
saya marah
halaman rumah saya begitu kering
saya marah
hujan tidak sempat mampir di halaman rumah saya

saya takut
hujan yang kan datang begitu derasnya
sampai menyesali permohonan saya

ah sudah saatnya
saya bicara
hujan yang begitu deraskah?
uaa pada awalnya
tapi tidak lama
setelah itu langit begitu cerahnya
halaman saya telah terbasahi
semoga kaktus saya segera tumbuh

050608-bicara dengan sungguh2 dan benar

Selasa, 03 Juni 2008

arti ayah=abah=bapak=apapun anda memanggilnya

saya mungkin termasuk ibu yang memendam rasa iri hati. gimana gak, kak saffa lebih lancar, fasih, dan seringkali memanggil AYAH ketimbang IBU. mencoba bercermin, mungkin karena saya galak kali ya, jadi saffa lebih suka panggil AYAH nya ketimbang IBU nya
maka, di setiap tangisannya, yang dipanggil AYAH, bukan IBU
saya ndak bisa kebayang bila suatu hari nanti, keluarga kami harus menjalani SLJJ, maksudnya hubungan jarak jauh, dan kalau kebiasaan menangis memanggil ayah ini berlanjut, maka yang akan menangis tidak hanya saffa sendirian, pasti saya temani...sisi kenlongsoan keluarga SLJJ

tapi ke-iri-an saya ini membawa saya pada kenangan mengenai abah
untuk beberapa hal, saya tahu harus mengadu dan meminta kepada blio
tahun ajaran baru : kebagian abah yang beliin buku dan peralatan tulis
jamannya maen karet untuk lompat, saya minta ke abah, habis ditegur ibu terus gara-gara karet di dapur bablas
jamannya maen bekel, maka abah membelikan saya beberapa set bekel, mulai dari bola paling gede sampe bola paling kecil
bahkan ketika saya dan abah ditinggal ibu yang lagi ada acara ngumpul2 bareng ibu2 selama seminggu, abah mengajak saya ke dufan, tempat yang dia tidak suka sama sekali, dan beliau menunggui saya di parkiran saja dengan supir

kalau saya ditanya arti abah, maka saya hanya akan menangis, tanpa bisa menjelaskannya dengan kata-kata
mungkin itu pula yang dirasakan saffa kepada ayah
kalau saya ditanya arti abah
saya akan mengingat parfum khas nya saat shalat, percikan air wudhunya, doa-nya di ubun-ubun saya, dan air doanya yang selalu saya minta untuk kelancaran studi saya
kalau saya ditanya arti abah
saya akan mengingat lelucon lucunya mengenai angka IP pertama yang saya dapat
angka yang bahkan tidak sempat saya persembahkan--atas pembuktian ketidaksia-siaan kerelaan beliau melepas saya ke jogja--karena blio lebih dahulu dipanggil Allah
kalau saya ditanya arti abah
maka jawabnya hanyalah mengenai darah yang mengalir deras dalam tubuh saya
darah yang membawa pesan dan warning di setiap langkah saya
darah yang membantu nurani saya mengenali kebaikan dan keburukan yang saya ambil

saya kangen abah..