Tampilkan postingan dengan label menjadi orangtua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menjadi orangtua. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Oktober 2009

pagi


emak, kakak mau permen.."
"iya nak, besok pagi ya"
"kapan itu pagi mak"
"saat matahari datang nak"

"mak, ini sudah pagi, matahari itu sudah datang"
"sudah nak, terdengarkah bunyi loncengnya, tanda kaki emak harus bertemu embun"
"mak, apa itu embun?"
"hanya ada di pagi, kaki emak sangat suka, meskipun tidak dengan roda alat kerja emak, bikin susah..warnanya bening..seperti mata kakak..kakak cantik sekali"

"mak, apa pagi ini matahari tidak datang?"
"tidak nak, matahari hanya sedang bersembunyi di balik awan"
"lalu, embun kemana mak?"
"mgkn semakin banyak di luar, semakin bening seperti jernih matamu"

dan di tanah merah basah
"bapak, kakak mau bertanya tentang matahari boleh?"
"iya nak?"
"apa yang terjadi kalau matahari tidak datang"
"kiamat, nak"
"apa itu kiamat bapak?"
"akhir dunia"
"embun masih ada saat itu bapak?
"emm..mgkn tidak, nak"

"bapak, emak itu seperti matahari"
"oh ya?"
"ya.."
"tapi mgkn besok pagi dan selanjutnya, emak tidak akan pulang.."
"berarti kiamat bapak?"

kadang saya lupa sudah menjadi orangtua, seringkali bersikap hanya sebagai KAKAK (thanks for remind me, ayah)
teringat sebuah tulisan--yang saya juga lupa--..mgkn kita tidak pernah sadar, bagi anak, orangtua adalah seluruh dunianya..

"adu argumen" gaya anak 2.5 tahun


saya udah ndak bisa mbayangin lagi
saffa dulu cuma bisa eok..eok..
trus dia cuma bisa bilang bubu..yah
sekarang dia sudah pandai beradu argumen
*tepuk jidat*

mengamati dia tumbuh menjadi kegiatan yang menarik
saya suka tertawa-tawa sama ayahnya
sebagai orangtua
bahkan kami kadangkala tidak sadar kapan perubahan itu terjadi
seringkali dia tumbuh dan berkembang lebih cepat dari yang kita sadari

saya tepuk jidat setiap kali mendengarnya mulai berargumentasi
tertawa-tawa sambil ditahan, habis kalo ngakak kadang ndak tega melihat wajahnya yang serius

"yah, tolong pegangin coklatnya ya" saffa terbiasa manja kalau ayahnya pulang dari kuliah
"lha, ini ayah mau kerja lagi kak"
"iya, gak papa, pegangnya pake tangan kiri, ayah kerja pake yang kanan"
"lha, ayah kan ngetik nya pake dua tangan"
1 kali jidat ditepuk

berikutnya, jidat saya lagi-lagi kena getahnya
"bu, kakak mau punya baby"
"emang kakak mau punya berapa?"
"1 aja..ehh..2..3..4.."
"lha banyak amat, gak ah, ntar susah gendongnya"
"gak bu, ibu gendong bayi yang laki-laki, kakak gendong bayi yang perempuan, gituuu..."

jadi, jidat saya sudah 2 kali kena tepuk..berikutnya bonus tepukan lagi di jidat
"duh kak, jangan deket2 ibu nyetrika dong"
"iya ya bu, ntar panas ya"
"iya, ntar tangan kakak sakit lho..gih sana.."
"nggak ibu, ini kakak jagain setrikanya supaya gak jatoh" sambil memegang bagian belakang setrika, lalu melanjutkan bicaranya
"tuh kan, yang ini gak panas"

tapi lagi-lagi jidat saya kayaknya mesti dapet tepukan lagi
jadi, saffa itu paling takut belanja kepiting, pake alasan dia masih kecil, jadi ndak mau pegang kepitingnya
"bu..skrg kakak udah besar"
"iya..udaah bukan baby lagi kan..berarti ntar kalau kita beli kepiting, kakak yang pegang ya?"
"emmm..ibu aja..ibu kan juga udah besar"

:D

*pagi-pagi disela si kriwil yang baru bangun tidur nanyain ayahnya

Senin, 06 Juli 2009

ketika saatnya tiba...

duluuuu...
waktu dia jalan masih tertitah
saya melatihnya untuk terus berjalaaaaan tanpa putus asa dan takut
setelah tiba waktunya dia bisa berjalan dengan hebatnya
lebih sering tidak suka berhenti jalan
saya malah menyuruhnya untuk duduk..jangan muter2..sini naik stroller aja..sini digandeng aja

dullluuuu....
waktu dia hanya bisa berkata tanpa makna
saya mengajarinya kata..kalimat..bahasa
sekarang setelah tiba saatnya dia lancar berbicara
tidak terlalu suka menutup pembicaraannya
saya malah menyuruhnya diam dulu..kalem dulu..dengerin dulu

dullluuu...
waktu dia belom mahir memegang bolpen, spidol
saya mengajarinya untuk mencoretkan garis
sekarang..saat tiba waktunya dia suka menggoreskan apapun dimanapun
saya jg yang menyuruhnya untuk menunda..ganti media..jangan disini..disitu saja

dullluuu....
setiap habis mandi, pasti kami memakaikan bajunya
saya mengajarinya memakai baju sendiri
sekarang saat kadangkala inisiatifnya datang untuk pakai baju sendiri
saya jg yang memaksanya untuk saya pakaikan baju..karena lamaaaa


saya masih menunggu saat-saat apalagi yang segera tiba
saat dia bisa tidur sendiri
saat dia bisa membaca buku cerita sendiri
saat dia bisa memilih program komputer sendiri
saat dia bisa memilih jodoh sendiri
dan di saat itu
saya masih menduga2..ajaran apa lagi yang mesti saya khianati

eeegghhh..dasar ibu2

Minggu, 01 Februari 2009

rima saffa

yakin deh, sehari kemaren, saffa byak2an ndak karuan
sampe bersyukur, hari itu ndak masuk sekola, soalnya kesian gurunya, hehe

karena habis nonton unyil, pelajaran penting hari itu adalah:
"hom pim pah..alaihum gambreng"

dan saffa pun, mengikutinya
"hom pim pa, assalamualaikum wa alaikum salam"

hehehehe...

dan berikutnya
"gini lho kak lanjutannya.."
"mbok ijah, pake baju rombeng..."

sekarang kakak
"mbok ijah pake baju....." saya pun berhenti menyanyi

dan siap-siap dengerin kakak melanjutkan lagunya...
"pake baju me..rah..."


lho kok gitu?
tapi setelah dipikir2.. rima nya yang dibikin kakak bener juga
soalnya kan mbok ijah, akhirannya ah..merah juga akhirannya ah
hahahaha
so proud of you kak..
sudah bisa mengenal rima rupanya

Minggu, 18 Januari 2009

bubok ya nak?


saya sedang suka sekali menulis tentang gadis ini
dan kali ini cuma tentang buboknya


sehari lalu, saya baru saja mudik ke rumah ibu di klaten
seperti biasa, saya memilih perjalanan malam, jadi kakak lebih tenang
ternyata sodara-sodara...no..no..no
dia asik bermain dengan kata, menunjuk, menyanyi
"bubok ya nak?"
"ndak"
"udah ngantuk cantik?"
"belum"
tak lama dari nyanyiannya yang terakhir
saya tengok...dia sudah merem..bener2 merem
ndak ada aktifitas menjelang tidur...nyanyi..tidur...secepat itu..semengagetkan itu
dan sampe rumah eyang, dia bangun, dan baru tidur lagi jam 12 malam

beberapa minggu lalu, saya mengajaknya ke kampus
matanya udah kiyer2 gak keruan
sampai di lampu merah..aktifitas rutin kami adalah berhitung
melihat matanya udah kiyer2
"kak, bubok di bantal ya?"
"ndak..."
satu tengokan kembali, dia sudah merem dalam posisi duduk, menangguk-angguk kaget, lalu merem lagi saat ayahnya mulai memajukan mobil
jadinya, saya malah durhaka, nge-syut itu anak--tidak ngantuk tapi bubok--sambil tertawa-tawa geli dengan ayah

nah, ini yang dahsyat
seminggu lalu saat menjemput kakak
tiba2 bu gurunya cerita sambil tertawa2
tebak apa yang terjadi???
kakak buang air besar di WC sampai tertidur!!!
kok bisa???

gadis itu suka sekali menahan kantuknya sampai batas tak tertahan
sampai di satu titik, tidur pada posisi dan tempat tak semestinya
saya aja bingung

tapi ternyata ibu saya tidak bingung
begitu saya cerita kepada beliau
"ya itu..fie itu dulu kayak gitu, persis banget, gak ada yang dibuang"
trus begitu saya cerita sama ayahnya
"udah lah bu, terima aja karmanya..tapi kok ngajak2 ayah??"

*saya milih garuk-garuk kepala aja deh*

Senin, 12 Januari 2009

saffa dan angka

perkembangan saffa bagi saya seperti keajaiban yang tidak pernah berhenti
terus menari...gerakannya mengagetkan, mengagumkan
seperti konsep angka yang sudah saya kenalkan padanya, walaupun tidak secara intensif
pada suatu hari, saya terkaget2, karena dia sudah bisa menyebutkan angka tanpa dituntun
*kemana aja ya saya selama ini???*


baiklah, sodara-sodara...pelajaran berikutnya adalah mengenalkan konsep yang lebih riil tentang angka : menghitung!!
mulailah saya menunjuk brosur makro yang baru saja sampai
"bu, itu TV...sama.."
"iya, sama ya kayak punya kakak...coba dihitung.."
"1..2...3...4...5...6"
"jadi ada berapa kak?"
"2..."
????


obrolan berikutnya
"bu, itu ikan..."
"ya..banyak ya ikannya..coba dihitung.."
"1..2...3...4.."
"jadi berapa ikannya?"
"2..."
????


pic dari sini : http://wb3.indo-work.com/pdimage/71/788071_keretaangkatarik.jpg

Rabu, 10 Desember 2008

bingkisan untuk kak saffa

apa yang lebih membahagiakan untuk ibu, nak?
kesehatanmu
kecerdasanmu
kebahagiaanmu
senyummu
tangismu
kau sungguh lengkap...

apa yang lebih membanggakan untuk ayah, nak?
kau cantik
sholihah
pandai berdoa
pandai menyanyi
pandai menari
bibirmu yang tidak berhenti bertanya

imajinasimu melompat-lompat
kegirangan menapaki setiap simpul yang terbentuk
matamu berbinar terang
menatapi setiap nyata dan mimpi di depan
di tempat kau simpan rasa
di situ kau simpan cinta, kasih, empati, dan pemahaman

nak,
semoga berkah Allah selalu menghidupimu
menghidupkan pikiranmu
menghidupkan hatimu
menghidupkan perilakumu
di awal nafasmu, di langkah pertama, di langkah kedua, hingga Allah kembali merengkuhmu

ini tangan kami untuk kau genggam
hingga kau sanggup melangkah sendirian
ini kata kami untuk kau simpan
hingga kau sanggup untuk membuat keputusan
ini cinta kami...

kakak,
ibu dan ayah sayang kakak
sangat...
selamat menapaki hari..


*hadiah ibu dan ayah untuk kak...
untuk sehari lalu

Senin, 27 Oktober 2008

berhasil...berhasil...


satu yang jadi pikiraneun saya mengenai saffa adalah ndak mau sikat gigi
kesian banget kan ngeliat anak kecil, perempuan lagi, giginya gak cantik sama sekali...haddduh nduk..
padahal saya sudah membiasakannya sikat gigi sedari bayi
dulu pas awal2, saya pakein sikat gigi yang dari silikon itu lho, yang dipasang di jari
alhamdulillah, dia seneng banget disikat

mulai agak gede, saya mulai beliin sikat gigi "selayaknya orang dewasa"
alhamdulillah dia juga mau
begitu masuk kamar mandi, langsung tunjuk tempat sikat gigi untuk minta disikatin, atao iseng2 dia nyikat sendiri

nah, ini dia begitu penyakit bosennya dateng
saffa udah ndak mau sikat gigi lagi
dibeliin sikat gigi aneh, malah buat maenan
*saya mau pingsan aja ya...*
mulai dari sikat krincingan, sikat berboneka, sampai saya pikir useless juga untuk menarik dia pake begituan, karena ndak mempan blas je
kadangan kalo dia tidur saya sikatin/serutin sendiri, itu juga kalo tidurnya udah pules banget

suatu pagi...
insight itu datang begitu saja
saat saya miris melihat gigi nya yang kotor
*ting...ting*
"yah, tolong ambilin cermin kecil dong..."

"nah, gini kak, nyikatnya sambil lihat cermin ya..."
anak kecil itu pun senyum2 girang...
"tuh...gigi..."
"ya, di cermin kelihatn ya giginya...."
"baju..."
"ya kelihatan ya bajunya...sekarang sikat ya giginya..."
tersenyumlah dia...dibuka mulutnya..disikat pelan2
"wah, kakak hebat ya..cantik lho giginya bersih...."
alhamdulillah...berhasil..berhasil...
sekarang, rumah baru cermin itu adalah di gantungan handuk di kamar mandi, soalnya saffa kalo masuk kamar mandi minta sikat gigi sama cermin

menemukan strategi untuk "mendidik" anak menjadi bagian yang sangat menarik bagi saya
kayak nemuin duit 1 milyar *emang udah tahu rasanya???hehe*
maksud saya, orangtua yang paling tahu dong kebiasaan anaknya, kesukaan, dan benda baru apa yang kira2 bisa menarikperhatian anaknya
tapi ini jelas juga ndak semudah yang dibayangkan
saya sendiri, belajar psikologi perkembangan seadanya saja, jadi kebayang dong, teori nya udah pada melayang2 semua kelamaan dipanasi sama teori2 kapitalis itu, hehe
makanya, judul terakhirnya trial and error dalam mendidik
ah, kalo saya mau optimis aja bilangnya trial and success
banyak teori praktis bertebaran kesana kemari
laboratorium hidup, diskusi dengan orangtua lain menjadi bahan yang sangat berharga sekali
karena teori sekedar teori dan akan tetap menjadi teori tanpa praktek
dan teori yang bulat2 dipraktekan, ampuh di segala suasana, juga ndak ada tho
maka, pendidikan itu perlu teori, strategi dan pengalaman (bukan cuma pengalaman sendiri ya...)

saya jadi inget obrolan saya dengan ayahnya saat pulang menghadiri halal bi halal di sekolah saffa
"gimana bum, tadi tanya sama ahlinya?"
"ndak, bingung soalnya, malu juga..." *yes..bum2 pemalu!!*
"apa yang dibilangin udah dapet di kuliah?"
"udah...makanya yang lebih bingung itu ya prakteknya..."
itu dia, kenyataannya tidak semua teori cocok di saffa kan?


pic.from www.orajel.com/.../tooth_gums/10_fun_ways.htm

Minggu, 19 Oktober 2008

kreatifitas orangtua

begitu menuliskan judul di atas, sungguh saya tidak bermaksud untuk mengajari siapapun mengenai kreatifitas
saya hanya ingin menceritakan, ternyata perkembangan otak anak sungguh luar biasa dan tidak terbendung. saya seringkali terkejut dengan apa yang dilakukan dan dikatakan saffa
sampai kadangkala ada titik dimana saya merasa otak saya terlalu cetek untuk menjangkau imajinasi dan curiousity dari seorang anak
ayo berpikir keras

saya mulai melegokan diri saya, mengurangi perfeksionisitas (apa sih?) mengenai kebersihan rumah, aturan rigid ala orang dewasa, disiplin ala orang dewasa
akhirnya, rela...rela...rela, aku relakan....(bacanya sambil nyanyi dangdut ajah..) tembok dipenuhi dengan gambar "perkenalan" saffa dengan aneka binatang, buah dan makanan, serta dicoreti warna-warni eksotik anak yang usianya belum lagi genap 2 tahun

maka dimulai kreatifitas saya:
1. "kak, disini (menunjuk tembok area tertentu) bum pasangin karton kuning ya, kak boleh coret2 tapi disini aja ya..."
result : te tew..tidak berhasil
2. "kak, ini kan sajadah kak ya, jadi kalo sholat ikutan bareng2...jangan naikin bum atau ayah ya.."
result : pertama, kepemilikan sajadah itu memang sukses, tiada seorang pun boleh memakai sajadah itu
kedua, te tew..tidak berhasil, kepala saya masih sering disinggahi tubuh 14 kg itu saat sujud
3. nah yang ini luar biasa. bagi kak saffa semua harus berlagu. maka dimulailah perjalanan orangtua ini menjadi pengarang yang sungguh sukses di depan anaknya, namun memalukan jika didengar tetangga
"bu, inih?" saffa menunjuk sesuatu
"pepaya kak"
"nyanyi !"
"pepaya, mangga pisang, jambu, dst.."
"bu, inih?" saffa menunjuk sesuatu
"kelapa"
"nyanyi !"
"kelapa, mangga, pisang, jambu, dst"
begitulah, dan kami menjadi pembajak lagu yang paling tidak bertanggungjawab
maafkeun ya pak pengarang lagu, suka mengacak2 lagunya dengan semena2...

Senin, 22 September 2008

Korelasi ASI dan daun pepaya


tiga hari lalu, saya akhirnya memutuskan untuk menjadi sapi, ups, maksudnya, berhenti untuk menyusui saffa
ada berbagai pertimbangan. pertama, saffa sudah cukup besar, hampir dua tahun. kedua, saya merasa dia terlalu lekat pada saya, terutama karena "memeh" itu. wah kalo di rumah ada saya, kayaknya asosiasi bebas nya ya langsung "memeh " begitu ketemu saya
maka, dimulailah penelitian saya
cara pertama, kunyit. saya ulek, lalu dioleskan. apa yang terjadi, dia oke2 aja tuh, ndak merasakan ada yang aneh dengan "memeh" nya
cara kedua, gurunya bilang kemampuan bahasa dan pemahaman saffa kan memang sudah bagus, maka sebetulnya bisa diberi pengertian. sungguh, saya bukannya tidak mengenal anak saya. saya tahu dan yakin betul kemampuan bahasa dan pemahamannya sudah bisa dimanfaatkan untuk menyapih. tapi alih2 untuk bisa menyapih, malah jadi boomerang. lha gimana ndak, saffa udah paham betul kata "SAPIH", udah paham betul bahwa memeh nya akan berhenti. maka ketika ditanyakan, diberi pengertian, maka jawabnya "NDAK!!"
huaaaaaa
nah, cara ini yang berhasil dilakukan tetangga saya pada anaknya : DAUN PEPAYA
maka, dimulailah dengan merebus daun pepaya, lalu menguleknya. nah, trus dioleskan. apa yang terjadi? wah saya senang betul, saffa mulai geli dan jijik ngeliatnya. begitu mau memeh, dia heran trus bilang "jijik..."
tapi apa yang terjadi berikutnya??? dihapuslah si daun pepaya itu. lalu mulailah dia memeh kembali. saya sendiri heran, apa ya nggak pahit ya? lha wong saya aja cuma nyolek, paitnya minta ampun
maka, sehari itu, saya cuma bingung sendiri. lha pripun je. lebih bingung dan heran lagi, karena pagi2 nya saya udah liat daun pepaya di sela gigi saffa, dan dia feel oke aja...huaaaaaa
setelah itu, nafsu makannya malah naik

"bum, kayaknya saffa mulai kecanduan daun pepaya deh..." ayah nyeletuk geli
maka, saya berkesimpulan:
kalo pilih cara sapih ya mestinya yang berkorelasi negatip ya
dan kayaknya, untuk subjek saffa, korelasi ASI dan daun pepaya positip ya
coba saya cari objek penelitian lain untuk dikorelasikan lagi

Minggu, 07 September 2008

gadis kecil itu bernama saffa

yang ini full cerita narsis seorang ibu tentang anaknya, saya sungguh bangga pada gadis kecil ini
ya dia sekarang gadis kecil, padahal dulu bayi kurus, 2,5kg
gadis itu selalu saya sebut sebagai anak sholihah, cantik, cerdas, apapun sebutan terbaik untuk seorang anak dari ortunya

begini cerita narsisnya:
1. usianya baru saja 20 bulan, dia pede betul untuk main ke rumah temannya yang jaraknya sekitar 4 rumah, sendirian tanpa ditemani, bahkan saat usianya baru 18/19 bulan, ketika diminta untuk memanggil becak untuk mbah nya, pergilah dia ke ujung jalan, sekitar 25 meter dari rumah kami, tinggallah kami yang kelabakan mengejar2nya
2. saya sungguh senang, ucapan terimakasih begitu cantik dan lancar diucapkannya (tanpa diminta lho) setiap kali diberikan sesuatu oleh orang lain
3. saya sungguh bangga, dia begitu sayang dan empatik pada teman dan adik kecil yang ada di sekelilingnya. misal ada yang menangis, pasti langsung dielusnya, atau ada adik kecil, dan di sebelahnya ada botol susu, pasti langsung disodorkannya
4. sejak 1,5 tahun, saffa sudah bisa menyimpan baju kotornya di tempat semestinya
5. saffa sekarang sudah mandiri sekali, terutama sejak kami tidak memakai jasa pengasuh, dia sudah bisa makan sendiri. kalau ada yang kotor karena makanan jatuh atau berantakan, otomatis minta tissue untuk ngelap

ah, saffa sayang, semoga Allah selalu melimpahkan rahmah dan berkahnya padamu nak, semoga menjadi anak sholihah, cerdas dan berguna bagi orang lain, amien

Senin, 01 September 2008

saya dan saffa, berdua saja

senang betul saya ketemu lagi dengan internet dengan mudah nya setelah berpisah sekian lama, sehingga merasa sungguh2 out of date banget, hehe
saya sampe punya simpenan postingan, tapi yang ini bukan simpenan

tiga hari sudah saya dan suami memegang saffa berdua tanpa dibantu pengasuh
apa sebab? kami memutuskan mandiri, trauma, juga kami pikir saffa sudah cukup gede untuk bisa dimasukan ke "lembaga bermain" yang lebih aman dan edukatif timbangannya saya tinggal di rumah berdua sajah bersama pengasuh
maka, apa yang terjadi, pontang panting lah kami berdua dibuat saffa, terutama selama beberapa hari ini sebelum dimasukan ke lembaga tersebut, yang masih liburan awal puasa

saffa tipikal anak yang sangat aktif, rasa ingin tahunya besar, dan lincah
maka, jangan harapkan dia berhenti sebentar saja, okelah kalo sebentar saja dia bisa berhenti, tapi kalau lebih dikit aja dari sebentar, bisa sutris dia

ketika kembali ke jogja tiga hari lalu, nekat betul saya membawanya tanpa suami (suami saya ndak njemput)
maka, terjadilah berbagai insiden
yang berakhir dengan kepala keliyengan, dan tangan kanan saya yang pegel2 sampe sekarang aja belom sembuh, heayalah nak..nak..
apa sebab, saffa gak tahan antrian untuk check in, maklum sabtu, kalo dilepas, pasti anak semata wayang ini bisa hilang dong, maka digendonglah, apa yang terjadi, ya begitulah, nggelusur minta turun
pas di pesawat,dan kebosanannya pun mulai timbul, dimulai dengan gerakan tangan terarah
yup, melepas stiker bangku depan kami "ka...ka..."maksudnya dia minta dibantu untuk membuka
"huaaa..kak jangan, dimarahin tante pramugari itu loh ntar"
berikutnya tiba2 "yun..yun.."
saffa minta turun dari ketinggian segitu kilo meter, huaaaa. itu tandanya kebosanan sampai pada titik puncaknya
"duh nak, ini bukan bis, jadi kak gak bisa minta turun sembarangan"

Kamis, 12 Juni 2008

kontrol kualitas untuk produk bayi dan anak

siang ini secara gak sengaja saya liat berita mayangsari yang memasukan ibu nya ke salah satu rumah sakit di purwokerto
ini mengingatkan saya pada sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan kasus ini
tapi pada kasus botol susu chicco saffa sekitar lebih dari setahun lalu

ceritanya:
saya beli botol susu chicco tambahan untuk saffa yang baru usia 3/4 bulan untuk nyimpan ASI saya, kebetulan pemeras ASI saya juga mereknya chicco.
kebetulan di toko wijaya, langganan kami, hanya tinggal satu botol saja. maka suami saya yang waktu itu sendirian membelinya, terpaksa membelinya karena butuh
sampe rumah, saya heran karena botolnya kok cuma disegel sama wrap biasa yang biasa saya pake di dapur untuk makanan, biasanya sama segel plastik yang lebih kenceng dan dipres pabrik gitu. tapi saya pikir memang ada perubahan segel kali ya.

iseng-iseng suami saya liat ada kekusaman di bagian bawah botol
lha, saya pikir lagi, mungkin karena jatuh aja
setelah diamati lebih dekat, ealah, ternyata itu busakan (apa ya bahasa indo nya??) dari logo dan tulisan salah satu RS di purwokerto
bahaya banget kan? saya gak kebayang lho, botol sampah dan bekas gitu dijual di toko besar yang sudah punya banyak cabang. saya juga gak kebayang gimana sistem kontrol di distributor chicco maupun toko itu. dimana proses yang salah?
yang jelas setelah itu saya komplain dan diminta menunggu satu minggu untuk dapet botol yang baru
tapi tetep aja kejadian ini jadi titik penting untuk ngingetin saya dan ibu-ibu lain, bahwa kita bener-bener-bener harus waspada dan hati-hati memilihkan produk untuk anak kita..meskipun udah pake produk yang bermerek dan beli di toko yang "terpercaya" tetep aja kontrol kualitas bisa miss...
sebaiknya ibu menjadi kontrol kualitas yang paling ketat ya...

Selasa, 10 Juni 2008

saya sudah besar

apa karena saya bungsu?
maka tadi pagi ibu saya sekonyong-konyong telepon. apa yang hendak dibahas?
"fie jangan lupa, rumah diberesin ya sebelum berangkat, seprei diganti, dirapiin, jadi ntar yusuf pulang udah enak rumahnya, gak ruwet..."
"iya bu...biasanya juga gitu"
rumpi sana sini
"fie mungkin kalo gak naik pesawat, mendingan naik kereta aja bu.."
"oh iya, nanti dijemput aja ya..?"
"adduh bu, gak usah, ngerepotin semua orang..fie kan udah gede.."
ibu saya hanya tertawa-tawa
tertawa ingat bahwa saya sudah besar?
atau tertawa karena saya merasa sudah besar ya..hanya merasa?
ah...
jangan-jangan besok-besok saya pun begitu pada anak saya
kayaknya emang iya...:)

Minggu, 25 Mei 2008

tentang mengasuh saffa

saya dan ayah sekarang hobi betul melihat nanny 911
banyak banget pelajaran mengenai mengasuh yang kami bisa terapkan pada saffa
jelas dong, saya dan ayahnya tidak mau trial and error, harus ada dasar teorinya dan teruji di lapangan, begitu katanya

maka, setiap habis menemukan ilmu baru mengenai mengasuh, dari manapun datangnya, kami akan berdiskusi dan menemukan jalan bersama...
seperti beberapa peraturan di bawah ini:
1. tahu dong, anak kecil kan kalo gak diturutin salah satu orangtuanya, maka akan berlari ke orangtua satunya...nah..nah..kalo udah begini, mesti satu suara..kalo ayah bilang jangan..ibu juga bilang jangan
2. menyeimbangkan peran. seringkali saya yang lebih galak dan tegas, ayah jadi penyeimbang, bukannya tempat mengadu, suara mah tetep satu sama ibu, tapi paling gak anak tetep ngerasa ada tempat aman gitu. kalo pas ayah yang galak, ibu yang lembut...
3. membiasakan saffa mengerjakan pekerjaan sendiri, melatih kemandirian. cuci baju sendiri, nyetrika sendiri, bersihin kamar sendiri...ya belum bisa dong...jadi hal2 sederhana kayak buang sampah, naruh baju di ember cucian kotor, atau menyimpan sesuatu di tempatnya kami biasakan dari kecil
4. melibatkan saffa dalam aktifitas bermakna, seperti shalat, membaca, makan bersama, dll
5. memberi kesempatan saffa untuk ekspresi dan "menguji" kemampuannya. maka jadilah tembok rumah kami di-mural, atau lantai yang berantakan nasi karena menguji kemandirian makan saffa sekaligus menguji presisinya masukin sendok ke mulut
6. saat saffa mulai tantrum, menginginkan sesuatu yang "tidak masuk akal", maka kami akan membiarkannya untuk mengatasi kemarahannya. tugas kami hanya meletakannya di tempat aman, sehingga tidak terjadi accident

Pelajaran mengasuh adalah pelajaran mengenai kerja tim, jadi jangan sekali-sekali menentukan strategi sendiri tanpa konsultasi dengan pasangan...berabe...

Selasa, 20 Mei 2008

arti ASI

bagi saffa, arti ASI adalah:
1. emotional bounding
2. makan, minum,,,,apalagi enam bulan awal kehidupannya
3. obat segala penyakit...sapu jagad..
4. obat nangis...wes-wes-wes bablas nangise
5. aktifitas kalo lagi iseng aja pengen dipeluk ibu
6. protes kalo ibu habis pergi lama (=pergi 1-4 jam saja sebetulnya), soalnya habis itu saffa ngejar2 ibu minta memeh, gak boleh pake jeda dulu

bagi ibu, arti ASI adalah :
1. emotional bounding
2. pertahanan imun buat saffa yang manjur
3. hemat..hemat..hemat
4. gak repot, higienis, bergizi lagi

banyak calon ibu yang bertanya pada saya mengenai ASI ekslusif yang saya jalankan
saya pikir, alasan di atas cukup kuat untuk menggambarkan mengapa saya memilih jalan ini
gimana caranya?
mengingat saya sudah meninggalkan saffa seharian sejak dia berumur 2 minggu, dengan kegiatan padat mencekat
maka saya putuskan :
1. seminggu sebelum saya aktif kuliah lagi, maka saya mempersiapkan 10 botol kosong untuk diisi ASI semua
2. setiap hari sabtu-minggu atau hari libur lain, kegiatan mengisi botol dengan ASI tetap dijalankan dong untuk persediaan
3. ke kampus, bawa termos es, diisi dengan beberapa botol kosong, dan alat pemompa
4. usahakan hasil pemerasan dalam sehari bisa menutup kebutuhansaffa sehari juga. misal: kebutuhan ASI saffa saat ditinggal sekitar 4 botol, maka begini jadwal pemerasan saya untuk memenuhinya :
-pagi bangun tidur
-siang, saat istirahat kuliah : 2 botol
-sore saat pulang kuliah
5. hasil perasan ASI disimpan di freezre, bisa tahan sampe 3 bulan. tapi percaya deh, anak gak akan selama itu ngabisin 10 botol aja
6. karena ASI udah jadi es batu ASI, maka cara murah untuk mencairkan : tuang air hangat ke mangkok, masukan botol tertutu ke dalamnya...jangan sampai celup lho ya..kita memang harus sabar untuk menunggu cair, dan mengganti air hangatnya beberapa kali

Selasa, 08 April 2008

saffa semakin besar

sore kemarin rasanya jadi sore yang begitu panjang dan jelas-jelas tidak menyenangkan
sehabis dibersihkan setelah makan, saffa tidak mau beranjak dari kamar mandi, dan ingin tetap bermain air padahal di luar dingin gak keruan karena hujan

jadilah saffa berteriak-teriak sambil menangis...
ketika dipakaikan baju, masih pula teriak sambil menangis
menunjuk ke atas lemari pakaiannya, masih sambil menangis
digendong oleh ayah, masih saja menangis
lalu muntah..berhenti sebentar, menangis kembali
diberi nen..berhenti sebentas, menangis kembali
apa sebetulnya yang diinginkan saffa?
saya frustasi, menangis pula saya, tanpa teriak tentunya
baru agak lebih baik setelah ayah mengaji ayat kursi sambil mengelus punggungnya

kalaupun pada saat itu saya menangis
saya sedih karena tidak mampu memahami apa yang terjadi padanya
saya menangis karena ini merupakan pola baru protesnya...dan ini bukanlah pembelajaran yang positif
saya hanya sadar bahwa ia semakin besar, semakin cepat dewasa, dan logikanya sungguh luar biasa
dan tugas kami sebagai orangtua adalah membantunya menuntun logikanya dalam perspektif yang masuk akal dan sesuai dengan norma dan nilai