Rabu, 27 Mei 2009

insting, kesadaran akan diri, apapun namanya..

seperti biasa, saya sulit tertidur karena memikirkan sesuatu
dan malam ini karena saya kangen..kangen sekali dengan percikan air wudlu nya
kangen sekali dengan pelukannya
kangen sekali dengan genggam tangannya
saya kangen berjalan di sampingnya, bertanya banyak hal
dan saya kangen sekali mengkritik baju yang mau dipakainya ke kondangan
saya kangen ABAH

sore ini, saya baru saja ngobrol dgn teman smu saya
kok ya nyampe ke obrolan ttg ortu
sampe mau tidur tadi saya jadi kepikiran jawaban ujian filsafat manusia yang saya berikan di semester satu dulu
sedikit lupa ttg pertanyaannya
tapi intinya ttg kapan menemukan kesadaran diri
apa nama keren filsafatnya ya...

entah sejak kapan
yang pasti, sejak saya mulai berani ke KM sendiri
saya kok sadar betul sejak kecil bahwa saya dilahirkan dari ortu yang sudah sepuh
saya selalu terbayang cerita ttg orang yang meninggal saat tidur
dan sejak itu saya kok selalu berpikir bahwa ortu saya akan wafat saat tidur

kalau malam mau ke KM, saya selalu melewati kamar ortu untuk jalan pintas ke KM
saya pasti berhenti beberapa saat untuk memastikan bahwa dada mereka masih bergerak
sesekali, ketika indra saya tak menemukan indikasi gerakan itu
saya pasti akan memanggil mereka
dan dengan jawaban bodoh begitu mereka menyahut "Ufi mau ke KM dulu ya..."
ke KM aja mesti lapor..meskipun sesungguhnya itu bukan laporan, tapi justru saya yang inspeksi
dan itu berlangsung tidak hanya malam, siang pun begitu

hingga pada hari sabtu itu,
mau tidur siang lewat kamar abah..seperti biasa inspeksi
saya menemukan abah tidur dengan cara yang tidak biasa
saya dekati..saya panggil
badan saya mulai dingin mendapati perasaan saya tidak pada tempat yang nyaman
sama sekali tidak nyaman, saya takut mendapati perasaan saya menemukan kenyataannya
dan memang perasaan saya selama ini menemukan kenyataannya

apapun namanya
insting..kesadaran diri..tapi di saat itu saya telah menemukannya
rasa yang telah tersimpan lama
menjadi rutinitas tidak sadar..telah menemukan titiknya
karena itu adalah saat terakhir saya bisa inspeksi tidur abah

dan sekarang
saya hanya kangen dia
berharap malam ini, jauh dari tempat tidurnya
saya bisa memimpikan dia
kangen sekali...

Senin, 18 Mei 2009

maka, pakailah lipstik itu!!!



Karena urusan tips mengenai lipstik dan pensil alis itu belum dilaksanakan dengan baik, maka banyak insiden lain yang terkait dengan urusan status saya selain yang ini
Maka, baca beberapa saran aneh berikut ini
Pertama,
Kalo ke apotek, pastikan bahwa anda telah bersikap sebagai pasien cerdas dan perhatian terhadap obat anak anda, jangan sok tahu dan malas tanya
Yang terjadi adalah : “obat untuk adiknya ya mbak?”
Dan setelah dijawab “bukan, untuk anak saya..” maka si apoteker menutup mulut dengan tangan serupa orang kaget dan meminta maaf
Maka, sikap apapun yang ditunjukan oleh ibu atau serupa ibu di apotek akan menentukan bagaimana orang memandang status anda. Lebih fatal kalo sikap anda yang salah akan membuat orang lain malu

Kedua,
Kalo di bandara, bersikaplah selayaknya ibu yang cerewet menjaga anaknya yang gak mau diem, bukan malah ikut gak mau diem dan ngajak anaknya main. Akibatnya, mungkin akan ada seorang ibu tua yang bertanya pada anda
“berdua aja ya dik, sama adeknya?”
Jangan malah kesenengan, cepatlah diralat “berdua sama anak saya”
Ibu itu memandang serupa aneh, sambil ngeloyor pergi
Sikap salah di bandara mungkin akan membuat status anda malah lebih buruk, karena masih bagus kalo dikirain kakaknya, kalo dikira penculik…hiyyya

Jadi, begini kesimpulan saya mengenai hubungan saya, ayah dan kak saffa
Ayah adalah kakak pertama
Saya adalah kakak kedua
Kak saffa adalah adik bungsu kami

Anggaplah ini posting narsis mengenai saya yang merasa sok muda
Tapi sesungguhnya, di balik itu, kekhawatiran besar bahwa saya sulit bertumbuh dewasa
Lebih dari itu, saya kok jadi ngebayangin ada di posisi orang salah persepsi itu
Pasti selain mikirin rasa malu karena salah nebak, dia pasti ngerasa kesian sama saya karena saya korban nikah dini
Padahal…
Haqul yakin, umur saya pas nikah dulu cukup secukup-cukupnya

Jadi…
Apa perlu ya tips lipstik itu dijalanin??
Hemmmm…..



pic from : www.getentrepreneurial.com/.../red-lipstick.jpg

pulang....

jadi..

saya adalah tipikal susah tidur..hobi tidur malaaaaam sekali

kalo tidur sore terpaksa karena belom ngantuk..yang ada guling2 karena pikiran saya jadi penuh

maka, saya suka simpen beberapa tulisan dalam bentuk draft

dua tulisan terakhir ini iseng2 saya pas mudik pamit


Pulang bagi saya bukan sekedar kewajiban, tapi kesenangan

Pulang bagi saya adalah melepaskan rutinitas

Bergabung dengan rutinitas, aturan dan pola yang berbeda dari keseharian saya


Pulang adalah menemukan bentukan diri

Menemukan akar bahkan mungkin menjadi paham dengan jenis pupuk yang dulu ditaburkan oleh asal kita sehingga menjadi seperti saat ini


Pulang adalah memandang asal dengan sudut yang berbeda

Pulang adalah persoalan melihat, mendengar dan meresapi


Saya ini bungsu dari 6 bersaudara

Yang tadinya tidak diikhlaskan untuk jauhan dari akar

Jadilah saya adalah pecandu pulang

Selama kuliah S1 dulu, kekerapan saya pulang bias 1-2 bulan sekali

Bahkan kalau ada libur jumat-sabtu-minggu nekat betul saya pulang

Meskipun artinya, lama perjalanan saya lebih banyak daripada waktu saya di rumah

Tapi pulang bagi saya adalah obat

Terutama menemani ibu yang sudah ditinggal abah sejak awal saya kuliah dulu

Dan pulang itu tetap nikmat, meskipun begitu sampai jogja subuh jam 6, jam 7 saya sudah harus siap untuk berangkat kuliah menikmati jadwal senin yang padat


Sebelum punya kak saffa, saya bisa menikmati pulang 3-4 bulan sekali

Kalo sekarang sih setahun paling cuma dua kali

Tapi tetap nikmat, sangat nikmat


Tadi siang naik becak, saya menikmati betul memandangi SD saya dulu

Dan saya betul2 kucek2 mata, karena yang jualan mainan di depan masih ibu galak yang sama ketika saya masuk kelas 1 SD dulu

Meskipun rasanya naik becak sudah tidak senikmat dulu, karena kota ini semakin padat merayap semrawut

Melewati jalan-jalan di kota kepulangan ini seperti menikmati putaran video lama

Melewati trotoar dimana dulu saya terjerembab hingga meninggalkan bekas di dagu saya sampai saat ini

Menikmati perjalanan ke royal dengan membayangkan konyolnya pakaian yang saya pakai ketika remaja dulu masih mencari identitas diri

Menikmati mengobrol dengan ibu-ibu di angkot yang terkadang ujungnya malah kenal dengan ortu saya

Atau sekedar menikmati pulang ke bahasa ibu saya, JASENG kata mereka, jawa serang


Pulang itu dahsyat

Bisa membuat tersenyum bahkan menangis

Pulang itu mengagumkan

Karena nggak nyangka anak yang dulu kecil kok sekarang udah guede banget

Pulang itu kejutan

Karena ternyata saya mungkin menjadi bagian dari orang yang sudah tergolong tua dan konvensional, jadi gumun melihat gaya anak sekarang itu, atau gaya teman-teman yang up to date banget

Sementara saya “merasa” masih seperti yang dulu

Saya sendiri tidak tahu, mereka juga jangan2 gumun melihat saya, yang out of date, hehehe


Pulang adalah menemui ibu

Menemui keluarga

Menemui masa lalu, masa kini dan masa depan

Menemui sahabat

Menemui kesempurnaan hidup

Di samping berbagai kekurangan pula


Pulang adalah mengagetkan orang

Karena saya ternyata sudah beranak pinak

Karena sekarang saya kurus

(tapi kok tetep cantik???hakhakhak)

Dan menyadarkan orang

Bahwa anak abah dan ibu itu enam, bukan lima

(kok banyak yang gak kenal dengan saya ya? Hihihihi)


Pulang adalah cerita

Banyak cerita

Kaya cerita

Menyusuri cerita

Membuat deskripsi

Kesimpulan


Saya suka pulang…




pic :bp2.blogger.com/.../bWthJuZ9IBs/s400/home.jpg

Selasa, 31 Maret 2009

kenapa saya harus menikah?


dunia ini kadangkala aneh
sungguh aneh
emm..mungkin tidak terlalu aneh
dan mungkin itu tidak pantas disebut keanehan
bila disaat sama seorang perempuan gundah merindukan untuk dilamar
dan pada saat yang sama seorang pria telah mencoba berkali-untuk mendapatkan istri

saat yang sama perempuan minta dicarikan suami
saat yang sama para lelaki pun meminta dicarikan istri
trus, kenapa dong gak nyomblangin?
ya gak sesederhana itu dong

wahai para lelaki katakan pada kami, apa yang membuatmu enggan menikahi perempuan?
karena belum merasa mapan?
ya wajar sih ya, diantara perempuan ada yang berharap kemapanan, namun tak sedikit pula yang mampu untuk berjuang bersama dari awal bersamamu

wahai para perempuan, katakan pada para lelaki itu bahwa kau memiliki kegundahan pada konsekuensi pilihan karir dan keluarga
ya wajar sih ya, karena diantara lelaki itu ada yang keberatan istrinya bekerja, namun masih banyak pula yang tak keberatan engkau berkarir, melebihi dirinya, bahkan punya kesanggupan untuk mendorong karir mu lebih dari yang kau harapkan

wahai para lelaki, katakan pada para perempuan itu, bahwa keluargamu mungkin belum setuju dengan rencana pernikahan kalian
karena tidak sedikit yang dengan senang hati membantumu berjuang untuk mempersatukan hati-hati yang terserak, meskipun mungkin kau pun akan menemukan perempuan yang acuh dan egois karena merasa pernikahan milik berdua saja

wahai para perempuan, katakan pada lelaki pilihanmu, bahwa mungkin kalian perlu berusaha lebih keras untuk menentukan tanggal pernikahan
karena mungkin ada yang berniat sungguh-sungguh untuk mendampingimu, meskipun kau harus cermat karena ada pula lelaki dengan hati lemah

see
kita semua mempunyai pilihan
dimana posisi anda sekarang
mau pilih jenis perempuan yang mana
mau pilih jenis lelaki yang mana
semua punya pilihan
mau ambil yang di jalanan
atau ambil di butik mahal

tidak mudah menemukan titik dimana..
kita sadar betul dengan apa yang kita harapkan
kita sadar betul dengan kenyataan yang ada
dan kita sadar betul bahwa hidup dengan kenyataan bukan dengan harapan
mengharap suami sholeh dengan hidung mancung oke aja
tapi kalau kenyataannya di depan mata lelaki sholeh hidung pesek gimana bu?
ditolak gitu aja?
pfffuhh..
kalo saya mungkin akan menolak, karena hidung saya juga pesek, bisa2 gak ada kemajuan, hehehe, ndak ding
tapi apakah kita bisa menerima dan menoleransi itu
ada yang bisa menoleransi kesholehan, tapi ada yang bisa menoleransi kemancungan, beda-beda kan?
susahan mana sih cari lelaki sholeh dengan cari lelaki mancung?
*sama susahnya bu*
tapi hidup kan memang tidak selalu sesuai harapan kan?
ideal..aduh siapa yang gak pingin
tapi, kalo gak ketemu?
apa boleh buat..mungkin menyusun prioritas?
nah begitu ketemu yang idaman, dia gak mau, nah lho
di saat begitu, berharap tangan Allah menari indah untuk hidup kita

dan lihat
bahwa tiap pilihan punya konsekuensi
konsekuensi senang, konsekuensi sedih
duh bu, siapa sih yang gak suka konsekuensi horray
tapi lihat, apa yang kita buat dengan konsekuensi negatip
komitmen..kedewasaan...beberapa dari kunci, mungkin ada lagi??


poto : http://www.flickr.com/photos/tinting78/958924846/

Jumat, 27 Maret 2009

caleg perlu psikotes?*ngayal*


saudara-saudara sebangsa dan setanah air
apa yang saya rasakan mendekati pemilu ini
sesungguhnya tidak terlalu peduli
kenapa?
karena saya sulit sekali menemukan keyakinan pada pemilu
plus, saya gak didata
jadi??? keputusan ini biar jadi rahasia saya aja ya

cuma ngeliat banyaknya itu poster yang penting gak penting
kenapa penting : bisa sebagai sarana untuk memperkenalkan
gak penting : pfffuh, kok saya jarang ya liat mereka memperkenalkan diri plus visi dan misinya, jadi kayak poto narsis aja kan?
dan disaat yang sama, saya lagi intens ngasong, jadi pikiraneun
gimana sih proses mereka itu jadi caleg?
wong mau masuk jadi petugas admin yang kerjaannya ngetik2 aja mesti pake psikotes
masak mau masuk jadi wakil rakyat lebih gampang dari sisi filter karakteristik pribadi?

tapi sodara..
politik mungkin memang complicated
apalagi kalo urusannya udah campur sama intensi ekonomi
aiiih...puyeng

nah, trus kalo udah dites tuh
tiba-tiba di poster mereka ada profil psikologi nya..lucu kali ya
*begini caranya, langsung dipecat sama himpsi padahal ndaftar aja belom*
kalo visi dan misi pasti pergi ke samudera dalam aja tuh ya
wong sekarang aja pergi ke laut luas

cuma ketawa2 sendiri aja sambil ngekhayal
ngebayangin rejeki nya psikolog kalo pas musim pemilu bisa banjirrrr
soalnya semua caleg wajib psikotes
trus yang ngasong kayak saya juga pasti gak bisa rebahan lama karena bikin laporan terus
wong caleg nya sebanyak itu
*eheheh..kok ini terakhir kethok kapitalis nya gitu*

pic :http://www.askmee.org/wp-content/uploads/2008/10/psychology.gif

Jumat, 20 Maret 2009

saya merenung

senin ini tepat sebulan
telah sebulan
berkutat dengan rindu
bermandi matahari
berteman angkot
membesarkan betis

hingga di suatu titik
saya sungguh berada di titik kesyukuran yang tertinggi
punya suami hebat, anak cerdas...
berjalan kaki ke pasar hampir setiap hari
membuat kepala saya menemukan ruang jeda untuk merenung

capek? ya
berat? hemm
hingga ada masa saya menyadari mengenai permainan persepsi
saya melihat dunia, seperti saya ingin mempersepsikannya

angkot itu...yang datang setengah jam sekali
belom tentu dapat duduk pula..tapi...
angkot yang memberikan pelajaran berharga
tentang berjuang, tentang bekerja, tentang keramahan
saya sungguh percaya bahwa Allah memberikan saya keberuntungan yang tak ingin saya hitung, karena saking banyaknya
berjalan kaki itu
membuat saya menemukan arti kenyamanan, ketulusan

tiba-tiba saya menemukan Allah yang sungguh menyayangi saya
mulai dari hal sederhana, seperti menemukan angkot 30 di depan kompleks
sampai orang-orang baik hati yang menawarkan tumpangan

tiba-tiba saya menemukan diri saya
yang keras hati melakukan apa yang saya anggap mampu
bukan yang mengkotakan tanggungjawab atas area jender
yang ngotot untuk menyelesaikan tanggungjawab
meskipun artinya saya mesti menempuh jarak tak sedikit

tiba-tiba saya menemukan pola menarik hubungan saya dengan kak saffa
kapan saya harus menarik, kapan saya harus mengulur
tiba-tiba saya menyadari ia begitu mandiri, bangga sekali

ini sudah sebulan
sebentar lagi kan
yang sabar ya...

Minggu, 15 Februari 2009

hitungan mundur...


jadi..
begini...
saya sedang melakukan penghitungan mundur
hingga ke tanggal 23
pfffuuhhh

saya sedang menjauhkan segala macam bawang
mulai bawang merah sampai bawang bombay yang bisa bikin air mata saya keluar

saya sedang menguatkan hati saya
menjauhkan takut dan khawatir
menguatkan diri agar kakak sama kuatnya, atau bahkan lebih

rasanya tidak ingin lepas semenit pun
menikmati saat-saat bersama
hingga jeda itu tiba
dan gak sabar menunggu bertemu kembali

pfffuhh...
boleh gak, gak usah pake revisi?
emang kalau sumpah profesi gak bisa diwakilin ya? :(

pic : mywutevalyfe.blogspot.com

Minggu, 01 Februari 2009

rima saffa

yakin deh, sehari kemaren, saffa byak2an ndak karuan
sampe bersyukur, hari itu ndak masuk sekola, soalnya kesian gurunya, hehe

karena habis nonton unyil, pelajaran penting hari itu adalah:
"hom pim pah..alaihum gambreng"

dan saffa pun, mengikutinya
"hom pim pa, assalamualaikum wa alaikum salam"

hehehehe...

dan berikutnya
"gini lho kak lanjutannya.."
"mbok ijah, pake baju rombeng..."

sekarang kakak
"mbok ijah pake baju....." saya pun berhenti menyanyi

dan siap-siap dengerin kakak melanjutkan lagunya...
"pake baju me..rah..."


lho kok gitu?
tapi setelah dipikir2.. rima nya yang dibikin kakak bener juga
soalnya kan mbok ijah, akhirannya ah..merah juga akhirannya ah
hahahaha
so proud of you kak..
sudah bisa mengenal rima rupanya

Kamis, 29 Januari 2009

salahkan mbak luna?

jo yang baik,
usia saya jauh di bawah anda
jadi, jelas saya tidak pantas menjadi bibi asuh anda

jo yang baik,
saya ini juga bukan kumpeni
yang mbayari 800ribuan untuk tiket anda ke jawa
lalu anda harus membayar dengan bekerja penuh selama setahun

jo yang baik,
kalau anda pikir nomor saya adalah nomor cantik
dan nomor cantik adalah nomor punya orang kaya
sungguh jo, anda salah besar
nomor saya ini dapet dikasih, sumpah
lagian jo, koran taun berapa yang jual nomor saya
tega-teganya itu koran

jo yang baik,
timbangannya anda buang-buang duit untuk beli pulsa
untuk kirim 250 sms perhari ke nomor yang ndak jelas
sebaiknya simpanlah uang itu untuk beli tiket ke jawa
bukan apa-apa jo
mubazir
anda menjadi "seperti" penipu lewat sms
jadi, kesempatan untuk mencapai maksud anda, malah bisa 0%

jo yang baik,
jawa tidak seindah bayangan anda
tak semudah pemikiran anda
banyak hal yang bisa jo lakukan di NAD
ealah jo..jo

jo yang baik,
maaf saya ndak bales sms anda
bukan apa-apa
lagi penghematan :)

jawaban untuk sms : 081990130637
Asllm. Saya Johansyah 30 t d NAD. Jo mau ke Jw tp tiada dana u/ mmbli tiket
Bus (700-1,2)/Pswt(800-?). Jo mau ke Jw u/ m'rubah nsb. Apkh Anda sudi mjd
DONATUR&BIBI ASUH u/ Jo?
Jo hny pny modal tenaga, sedikit otak, dan niat u/ bekerjakeras. Bls budi Jo adalah, JO akan bekerja u/ anda all out tanp hrs Anda gaji u/ 1 th. Wssllm

yakin, saya pikir ini adalah sms iklan tentang biro jodoh, secara dia kirim nama dan umur nya. baru ngeh setelah beberapa kali baca. trus si ayah malah bilang
ibu pernah ikut apaan sih, ato sms apaan, sering banget dapet begituan...
sumpah yah, belum pernah sms premium, apalagi yang melibatkan pornografi dan porno aksi, makanya no ini sering banget dapet keanehan
ya ya ya..saya juga heran, malah udah bertahun-tahun ini, no saya seringkali ditelpon dari pihak bank (kayaknya mau nagih gitu ya..) cari yang namanya nurul. malah dulu, ada yang sering telpon, tanya nurul, malah ngajak kenalan....hiiiiiiiiiii........

habis itu, si bang jo, itu malah sms lagi

ibu mungkin tidak kenal saya, saya pun demikian. saya telah melakukan ini 9 hari, 250 sms/hari. no anda saya dapat dari nomor cantik di koran, dimulai dari 081814.....

ealah bang jo, kalau itu koran sumatra, koran NAD tuh, mana ada nomor saya di jual disana....lagian itu koran udah selama apa ya???


jadi, masak ini salah mbak luna maya yang ngasih tarif sms murah sesama XL?

Minggu, 18 Januari 2009

bubok ya nak?


saya sedang suka sekali menulis tentang gadis ini
dan kali ini cuma tentang buboknya


sehari lalu, saya baru saja mudik ke rumah ibu di klaten
seperti biasa, saya memilih perjalanan malam, jadi kakak lebih tenang
ternyata sodara-sodara...no..no..no
dia asik bermain dengan kata, menunjuk, menyanyi
"bubok ya nak?"
"ndak"
"udah ngantuk cantik?"
"belum"
tak lama dari nyanyiannya yang terakhir
saya tengok...dia sudah merem..bener2 merem
ndak ada aktifitas menjelang tidur...nyanyi..tidur...secepat itu..semengagetkan itu
dan sampe rumah eyang, dia bangun, dan baru tidur lagi jam 12 malam

beberapa minggu lalu, saya mengajaknya ke kampus
matanya udah kiyer2 gak keruan
sampai di lampu merah..aktifitas rutin kami adalah berhitung
melihat matanya udah kiyer2
"kak, bubok di bantal ya?"
"ndak..."
satu tengokan kembali, dia sudah merem dalam posisi duduk, menangguk-angguk kaget, lalu merem lagi saat ayahnya mulai memajukan mobil
jadinya, saya malah durhaka, nge-syut itu anak--tidak ngantuk tapi bubok--sambil tertawa-tawa geli dengan ayah

nah, ini yang dahsyat
seminggu lalu saat menjemput kakak
tiba2 bu gurunya cerita sambil tertawa2
tebak apa yang terjadi???
kakak buang air besar di WC sampai tertidur!!!
kok bisa???

gadis itu suka sekali menahan kantuknya sampai batas tak tertahan
sampai di satu titik, tidur pada posisi dan tempat tak semestinya
saya aja bingung

tapi ternyata ibu saya tidak bingung
begitu saya cerita kepada beliau
"ya itu..fie itu dulu kayak gitu, persis banget, gak ada yang dibuang"
trus begitu saya cerita sama ayahnya
"udah lah bu, terima aja karmanya..tapi kok ngajak2 ayah??"

*saya milih garuk-garuk kepala aja deh*

Senin, 12 Januari 2009

saffa dan angka

perkembangan saffa bagi saya seperti keajaiban yang tidak pernah berhenti
terus menari...gerakannya mengagetkan, mengagumkan
seperti konsep angka yang sudah saya kenalkan padanya, walaupun tidak secara intensif
pada suatu hari, saya terkaget2, karena dia sudah bisa menyebutkan angka tanpa dituntun
*kemana aja ya saya selama ini???*


baiklah, sodara-sodara...pelajaran berikutnya adalah mengenalkan konsep yang lebih riil tentang angka : menghitung!!
mulailah saya menunjuk brosur makro yang baru saja sampai
"bu, itu TV...sama.."
"iya, sama ya kayak punya kakak...coba dihitung.."
"1..2...3...4...5...6"
"jadi ada berapa kak?"
"2..."
????


obrolan berikutnya
"bu, itu ikan..."
"ya..banyak ya ikannya..coba dihitung.."
"1..2...3...4.."
"jadi berapa ikannya?"
"2..."
????


pic dari sini : http://wb3.indo-work.com/pdimage/71/788071_keretaangkatarik.jpg

Kamis, 08 Januari 2009

psikologi untuk anda

duluuuuu sampe sekarang...kalimat ini yang gak pernah lepas dari kepala saya
saya berpikir..apa memang benar
saya mengkonfirmasi..iiih ternyata memang benar
saya meyakini...kok benar ya
meskipun...ini bukan kesimpulan yang bisa digeneralisasi
terjadi tergantung orang dan situasi

seperti saat ini, saat saya memunguti harga diri saya
saya berpikir apa yang salah pada diri saya
bukankah saya tahu betul bahwa gaya orang itu seperti itu
tidak hanya pada saya
kenapa itu harus menyakiti hati saya
hingga di satu titik mengganggu harga diri saya

seperti suatu saat
saat saya kesal pada saffa
padahal saya tahu betul prinsip perkembangan psikologi anak

seperti pada suatu ketika
saat saya ngambek sama ayah
padahal saya tahu betul prinsip konseling keluarga dan perkawinan

seperti pada suatu saat, saya bertemu psikolog pendidikan yang menjatuhkan motivasi saya
seperti pada suatu kali, saya bertemu psikolog klinis yang mengkritik teman saya di depan banyak orang

saya, mereka...manusia biasa
pada suatu saat...pada suatu ketika
pada kondisi tertentu

lalu, kenapa saya masih mencecerkan harga diri yang tersisa
bukankah saya tahu betul konsep motivasi
bukankah saya diajari konsep harga diri
saya mengendapkan semuanya
konsep itu menjadi begitu kabur kadangkala
dan yang nyata lebih menyentuh, konsep itu ideal, dan kenyataan yang dihadapi kali ini menyakitkan
yang saya tahu...senyum dan ceria saffa melumerkan semuanya
dan itu yang nyata...

asal saya jangan lupa revisi saja :)

Rabu, 24 Desember 2008

langkah kami



saya sesungguhnya tidak menyangka
posting saya yang ini langsung mendapat jawaban
mas abu bikin postingan untuk njawabnya
...dan sungguh luar biasa, esoknya, Allah memberikan jawaban langsung, tunai
Allah sungguh sangat baik pada keluarga kami

penantian ayah selama 4 tahun ini terjawab sudah, meskipun belum lagi langkah ini genap
saya bersyukur karenanya...sangat bersyukur
nikmat mana yang harus diingkari

kami sungguh bangga padanya
padanya sebagai ayah
padanya sebagai suami
padanya sebagai seorang pengajar
padanya sebagai seorang pembelajar
kami yakin dia bisa

jalannya masih panjang ayah
kita melangkah bersama ya..
semoga Allah selalu memberkahi langkah kita, Amien

pic from here informasi-seminar.com

Minggu, 21 Desember 2008

ibu...

saya ini ibu
lahir dari rahim seorang ibu
melahirkan calon ibu..InsyaAllah

saya ini ibu
dibesarkan oleh ibu..(dan abah sebetulnya..tapi berhubung hari ibu, jadi kata ibu di frame tebal..)
InsyaAllah akan membesarkan calon ibu

saya ini ibu
dididik oleh ibu
InsyaAllah akan mendidik calon ibu

saya ini ibu
mencintai ibu
mencintai calon ibu

hari ini semua tentang ibu
selamat hari ibu...

Minggu, 14 Desember 2008



hanya bertanya-tanya
apa sesungguhnya yang akan Allah berikan kepada keluarga kami
semoga itu yang terbaik
Amien

*di satu saat...saat membuat keputusan...saat merasa akan diputuskan
pic from here : koelimaya.files.wordpress.com/.../untitled14.jpg

Rabu, 10 Desember 2008

bingkisan untuk kak saffa

apa yang lebih membahagiakan untuk ibu, nak?
kesehatanmu
kecerdasanmu
kebahagiaanmu
senyummu
tangismu
kau sungguh lengkap...

apa yang lebih membanggakan untuk ayah, nak?
kau cantik
sholihah
pandai berdoa
pandai menyanyi
pandai menari
bibirmu yang tidak berhenti bertanya

imajinasimu melompat-lompat
kegirangan menapaki setiap simpul yang terbentuk
matamu berbinar terang
menatapi setiap nyata dan mimpi di depan
di tempat kau simpan rasa
di situ kau simpan cinta, kasih, empati, dan pemahaman

nak,
semoga berkah Allah selalu menghidupimu
menghidupkan pikiranmu
menghidupkan hatimu
menghidupkan perilakumu
di awal nafasmu, di langkah pertama, di langkah kedua, hingga Allah kembali merengkuhmu

ini tangan kami untuk kau genggam
hingga kau sanggup melangkah sendirian
ini kata kami untuk kau simpan
hingga kau sanggup untuk membuat keputusan
ini cinta kami...

kakak,
ibu dan ayah sayang kakak
sangat...
selamat menapaki hari..


*hadiah ibu dan ayah untuk kak...
untuk sehari lalu

Rabu, 03 Desember 2008

sebutlah kami sp2mp


tengok kepanjangan dari gabungan huruf ini : SP2MP
Sahabat Percepatan Peningkatan Mutu Pembelajaran
(saya kasih bold lhoo...) so cool kan? *baca dengan gaya abege yang kayak gitu...*
bagi saya, bagian terbaik dari menjadi bagian dari kelompok ini adalah menemukan teman-teman luar biasa, beraneka ragam asal muasal, karakter
sangat sederhana kan?
yang jadi rumit adalah kalo banyak kepala itu disatukan untuk diminta bikin sesuatu bersama
kadang ada sebel...ada marah...ada kecewa...tapi banyakan senengnya..atau ada cinta (ups...tengok2...ada yang mau angkat tangan???)
saya selalu excited kalau kami kumpul bareng...ada aja ceritanya
mulai dari cerita bikin seminar bareng...cerita training bareng (serrrru!!!), outbound...(mana ully ya...hayo dibantuin nggali memori..udah mulai tua nih memorinya)

seperti beberapa waktu lalu
pertemuan dengan teman-teman lama membawa semangat tersendiri bagi saya
mencetaki lebih tebal memori yang tersimpan
menarik...karena menapakinya seperti rekonstruksi sejarah (ingat kata bung Karno!! apa sihhh??)

semua sudah bertumbuh, berkembang
beri kami tepuk tangan (atau rasa malu ya??hehe) karena kami adalah angkatan tertua dalam sejarah sp2mp ugm (yakin deh, yang kerasa pas waktu itu malu...hehe)
beberapa teman bahkan manglingi...ah, sunarto, saya kan mesti nanya lagi namamu ya (kamu pasti sebel kan???), padahal kayaknya kita pernah se-tim bekerja ya??
senangnya menemukan teman-teman yang kini juga sudah tidak sendiri lagi seperti saya
setiadi sudah bertiga, bareng juniornya lho datengnya (setiadi yang itu...yang kembar itu lho ly, yang dulu kita pernah salah panggil kembarannya..huahuahua...)
iswari, eka..semua sudah beranak pinak (ahhh...kenapa saya masih terlongo-longo begitu banyak teman yang sudah beranak, ndak kebayang udah punya anak, padahal saya yo punya anak kan?)
iswari dan eka betah di ugm dan menjadi abdi ugm..masih mengemban misi mempercepat proses pembelajaran itu kali ya?
yang masih betah sorangan datie (duuuh makin cantik ibu ini), berbisik-bisik segera melepas masa lajangnya (hurrrrayyyy.....saya doakan sepenuh hati)
ada aal juga yang masih sorangan...(inget aal kan ly? tunjuk saya sebagai pemilik memori nama terjelek di antara kalian, karena saya mesti (lagi-lagi) tanya namanya...)

hal terbaiknya adalah kami bisa berkumpul lagi, tukar cerita, tukar gosippp (iiih kok tetep...)
dan hal terburuknya adalah diminta maju ke atas panggung yang tadi diduduki pak djarwadi dan pak sentot itu
memperkenalkan dirinya masing-masing...huaaaaaa....
tepuk tangan buat sunarto yang gagah berani menjadi pemimpin kami di atas panggung....

saya kangen kalian semua.....

hanya untuk ully : (kok ditulis disini???)
ly...ully...
lunas sudah hutang ini padamu
gak jadi nyanyi di depan deh gara-gara ully gak dateng
dapatlah sorakan "cieeeee..." dari anak-anak begitu ndenger jawaban fie pas disuruh bu zulfah nyanyi "maap bu, gak ada soulmate nya, malunya gak bisa dibagi, gak sanggup ditanggung sendiri...hehehe")
ly, pemujamu jaman baheula itu sudah tak ada kabar lagi (ully menjawab : pemuja yang mana fie?kan banyak...hehehe)
pemujaku juga ly (ully menjawab : pemuja yang mana fie, kan dulu gak ada yang memujamu..emangnya situ berhala, hehehe)

pic from here: http://www.awildride.net/blog/Fotolia_306997_S.jpg

Minggu, 23 November 2008

youre fired!!

uh..uh..uh
perasaan ini tidak nyaman
saya mendengarnya dari beberapa kabar burung
meskipun tidak seburuk itu

tapi saya tidak bisa melepaskan kekhawatiran ini



uh...uh..uh..
katakan saya bukanlah calon psikolog industri yang baik
yang punya perasaan lembut pada manajemen
tapi apa manajemen memang harus dipersalahkan

uh..uh..uh..
ini bukan sekedar permasalahan internal
ini permasalahan sistim
sistim di negara ini
sistim di dunia ini (aiiiiihh...)

uh..uh...uh...
tapi saya bukan tipe yang mau turun ke jalan
saya cuma takut mereka dirumahkan
saya cuma berpikir...
ini kondisi sulit, mereka harus tetap dapat hak-nya
mungkin ada cara yang lebih baik

pic from here: toughsledding.files.wordpress.com

Jumat, 21 November 2008

protokol empati


bagi saya, psikologi memberikan lebih dari sekedar embel-embel ndak penting di belakang nama saya itu
saya belajar tentang diri saya, tentang anda, tentang mereka, tentang manusia
meskipun guyonan kami selalu "psikologi untuk anda, bukan untuk saya"

menelusur perjalanan saya di psikologi, saya menemukan salah satu moment penting di dalamnya, mengenai empati
sebegitu pentingnya, sampai seorang dosen punya protokol khusus untuk ini
pada awalnya begitu mekanistik bagi saya pribadi, di akhir saya tahu, kadangkala internalisasi butuh proses mekanistik juga..*pasti pengikut behavioris nih saya...*
first of all : perhatikan klien, fokuuus...fokuuuus
protokol lainnya adalah : pandang mata klien, rasakan emosinya
lalu : nyatakan kalimat-kalimat yang empatik
coba deh bayangin aja, kami disuruh untuk menulis kalimat empati sebanyak 10 atau 15 begitu yang ada ilustrasi kondisinya. saya kasih contoh deh:
kondisi : ibu korban pemukulan suami
ekspresi empati : "ya, pasti ibu sedih sekali, tidak terbayang suami yang sangat dicintai tiba-tiba melakukan itu. saya coba untuk memahami situasi ini, pasti sakit..."
sedangkan lainnya adalah : diijinkan untuk memegang tangan, bahu, bahkan boleh lho mijetin ringan...(catatan : tergantung kepercayaan dan norma yang anda pegang mengenai sejauh mana anda boleh menyentuh orang lain, dan seleksi sendiri, siapa yang boleh anda sentuh). ini kan masalah sensitif ya, menyangkut kepercayaan, norma dan kultur. dosen saya lain yang kuliah konseling di negeri orang malah sering kehilangan klien gara-gara masalah kultur beda ini. bayangin ya, misalnya kan di barat sana, prosedur empatik memegang tangan itu udah biasa, entah pria atau perempuan klien kita, ya ndak papa, oke aja, malah mungkin menjadi harapan bagi klien untuk meringankan bebannya. lha bagi sebagian kita, hohoho..tunggu dulu...

dan protokol lain adalah memberi penguatan untuk kalimat-kalimat dari klien, ungkapkan kemengertian kita tentang apa yang dikatakannya. seperti berikut ini
klien : "suami saya itu bu, mukuli suka di depan anak....bla..bla"
psikolog : "ya...ya..ehm..hem.." angguk-angguk
mengenai protokol ini ternyata juga ndak bebas budaya sodara-sodara. di beberapa negara, kalo kita he eh..iya..iya gitu sebelum mereka selesai cerita, dikirain kita malah ndak suka, ndak dengerin, sok tahu..

semua itu jadi kayak semacam protokol yang akhirnya mendarah daging dalam diri kami..*eh ngajak-ngajak*, saya maksudnya
maka lepas dari kalimat empatik yang sifatnya ngonseling tadi itu, saya tidak bisa melepaskan diri saya memandang orang lain dengan seksama saat mereka berbicara pada saya
atau saya kadang coba*sok-sok* paham dengan menggunakan kata "ya...ya..ya..."+angguk-angguk

ini adalah bagian dari skill yang gak ternilai, kadangkala gak disadari yang dimiliki sama temen-temen di psikologi
bahkan sama temen sendiri yang sama-sama di psikologi, saya sendiri sangat merasa dihargai dan diperhatikan kalau mereka melakukan protokol itu
tapi jangan salah, kadangkala protokol ini juga bisa jadi boomerang dalam prakteknya
ya kembali lagi, masalah kultur tadi
saya, yang memang paham betul kultur itu, ya ndak ada husnudzon atau suudzon dengan perilaku protokoler itu
tapi bagi sebagian yang ndak biasa
"apa sih, kok liatin terus pas aku cerita...."
"wah, aku pikir kamu naksir aku, soalnya kalo aku cerita kamu lihatin terus. ternyata semua juga digituin ya?"


pic from here: http://www.lapsura.com/drawings/archives/images/being-emphatic.gif

Kamis, 20 November 2008

cerita lama(1)--Kami : Ayah+Ibu+Saffa

pagi ini sungguh senang
kok bisa buka blog friendster, tapi teteup friendsternya mah gak bisa dibuka disini
tapi lucu ya ternyata baca blog lama, ceritanya masih kerasa di hati
menulis membantu memvisualisasi, refleksi, introspeksi, atau apalah yang berakhiran -i :)
saya baru saja kembali terharu (berarti saya kan selalu terharu tiap kali) membaca posting saya yang ini:

Kami : Ayah+Ibu+Saffa

Tuesday, December 26th, 2006

Gak nyangka, hari jumat masih ke kampus ngerjain tugas seabrek….ngumpul ma temen2 sampe siang…malam tanggal 8 Desember bakal jadi awal libur panjang maem sambel tempe (nyeemmmm…)
Tapi makanan itu juga yang bikin fie bingung malem itu..karena nyangka sakit perut gara-gara kebanyakan sambel…
Jam 2 pagi bangun, sakit perut ke belakang, tapi kok sakit perutnya aneh ????
Bangunin suami…diskusi tentang jenis sakit perut (hehe…kok sempet??) akhirnya memutuskan untuk beres2 baju, berhubung sebenarnya belum persiapan apapun untuk diri sendiri…
Jam 6 pagi akhirnya memutuskan menghubungi tetangga yang menawarkan bantuannya sejak dari dulu, kalo lahiran…
Ke dokter….tapi belum bukaan…pulang lagi….dalam hati malu sama tetangga…
Jam 2 siang balik ke dokter pake taksi (berhubung malu ma tetangga…hehe….)…alhamdulillah dah bukaan 2
Masih bisa maem banyak tuh, minum susu, maem coklat, apapun juga yang bikin tambah tenaga…
Habis magrib…bukaan 4, kontraksi dah mulai luar biasa…
Jam 9 lewat, dokter masuk…setelah tahan mengejan sekian lama, dibolehkan juga akhirnya…
Ejanan pertama, kepala kakak kelihatan atasnya aja…ALhamdulillah ejanan kedua, kakak dah bisa loncat sendiri…Nangis…Alhamdulillah…MAunya ikut nangis bareng kakak, tapi dilarang dokter (hik..hik..)
Siapa ya namanya? fie dan mas masih kaget dan bingung…ya udah dipanggil kakak aja…
Tapi yang jelas..kita berdua udah jadi ayah dan ibu…amien…
Seminggu kemudian…terangkai nama “Saffa Khairina Yusuf”

Merangkai setiap langkah dalam proses ajaib manusia, membuat fie dan mas cuma bisa bilang Subhanallah berkali-kali…semalaman kita berdua diskusi tentang hebatnya Allah merangkai proses kejadian manusia ke dunia…luar biasa makhluk sebesar itu ditempatkan di rahim selama 9 bulan…kok bisa?

Satu hal yang tidak kalah luar biasa…
Kehadiran suami sepanjang proses…gak pergi se detik pun…
Menerima dalam kondisi sulit dan sakit….
Menerima ketika setelah melahirkan tubuh perempuan gak bisa cepet pulih…
Menemani di setiap malam ketika Saffa menangis minta ASI dan ganti popok…
Mencintai keluarga apa adanya…
Berdoa agar setiap langkah selalu menjadi berkah dan hidup kami selalu dipenuhi cinta dan kasih sampai Allah meminta kami kembali….Amien…
Sekarang di rumah bukan hanya kami berdua…yang hidupnya masih awut2an…barang-barang belum ditata, dll
Harus mulai menata diri, karena sekarang, jika ada ada sebutan kami, itu berarti Ayah, Ibu dan Saffa….